Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pemkab Boyolali Teliti Penemuan Situs Benda Purbakala di Tlawong

Sabtu 01 Oct 2022 03:16 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Petugas memperkenalkan benda-benda cagar budaya berbentuk arca (ilustrasi). Pemkab Boyolali teliti penemuan situs benda purbakala di Tlawong

Petugas memperkenalkan benda-benda cagar budaya berbentuk arca (ilustrasi). Pemkab Boyolali teliti penemuan situs benda purbakala di Tlawong

Foto: ANTARA/Destyan Sujarwoko
Pemkab Boyolali melakukan penelitian penemuan situs benda purbakala di Tlawong.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat bersama Arkeolog Yogyakarta melakukan penelitian penemuan situs Gumuk Watu Serut yang merupakan benda purbakala di area sawah Desa Tlawong Kecamatan Sawit.

"Kami menggandeng Arkeolog Yogyakarta melakukan penelitian penemuan situs tersebut untuk penyelamatan dan pelestarian benda-benda purbakala di wilayah Boyolali," kata Sekretaris Disdikbud Boyolali, Waskito Raharjo, di Desa Tlawong Sawit, Boyolali, Jumat.

Waskito mengatakan penyelamatan tersebut dilakukan bersama arkeolog asal Yogyakarta dan mengajak sejumlah tokoh masyarakat di Desa Tlawong, Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali.

Tim ahli sedang melakukan pengukuran lokasi situs dan kemudian nanti pada sudut yang dikasih tanda titik selanjutnya akan dilakukan penggalian diperkirakan selama dua minggu ke depan.

Sementara itu, Dwi Kurnia Sandy selaku Konsultan Arkeologi Yogyakarta mengatakan pengukuran dimulai sejak Kamis (29/9), kemudian dilanjutkan penggalian guna mengetahui luasan lokasi situsnya. Selain itu, kegiatan ini juga ingin mengetahui sejumlah struktur yang belum ditemukan.

"Kami sudah memasang garis benang dan sejumlah titik untuk mengetahui jumlah strukturnya. Hingga saat ini, belum mengetahui luasan dan kedalamannya berapa meter dan baru dapat diketahui pada hari terakhir nanti," katanya.

Dia menjelaskan pihaknya hingga saat ini, belum bisa memastikan situs tersebut peninggalan dari agama apa. Namun, apabila dilihat dari jenis situs pada permukaannya benda purbakala itu, mengarah pada Agama Hindu.

"Kami sebenarnya belum bisa menyimpulkan, namun kalau melihat pada permukaan situs yang di luar, sepertinya milik Agama Hindu. Kami baru menemukan dua situs yang dipermukaan tanah," katanya.

Menurut Kepala Desa Tlawong Joko Tri Wijianto warga mengetahui adanya situs di areal persawahan tersebut sudah ada sejak lama. Situs tersebut menjadi cerita turun-temurun dari nenek moyang.

Pihaknya kemudian mendapat informasi dari Disdikbud Boyolali bahwa situs tersebut akan dilakukan pemugaran. Karena tanah ini sudah sertifikat hak milik (SHM) maka apabila akan dilakukan penggalian, Disdikbud sudah melakukan koordinasi dengan pemilik lahannya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile