Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Gula Alami Vs Pemanis Buatan, Apa Beda Dampaknya Bagi Kesehatan?

Ahad 02 Oct 2022 09:48 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Gula (ilustrasi). Batasi asupan gula agar tak menimbulkan masalah kesehatan.

Gula (ilustrasi). Batasi asupan gula agar tak menimbulkan masalah kesehatan.

Foto: Wikimedia
Ketahui perbedaan aneka jenis pemanis yang biasa digunakan di makanan-minuman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang Amerika Serikat mengonsumsi rata-rata 17 sendok teh gula tambahan setiap harinya, yang berarti melebihi batas harian yang disarankan oleh American Heart Association. Melampaui batas gula harian telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, gangguan mood (seperti depresi), masalah berat badan, bentuk kanker tertentu, dan gangguan kognitif seperti penyakit Alzheimer.

Gula tambahan merupakan pemanis yang ditambahkan ke minuman seperti teh dan kopi, serta yang ditambahkan produsen ke makanan. Ketika memikirkan gula tambahan, Anda mungkin berpikir tentang makanan, seperti kue kering, es krim, dan soda.

Baca Juga

Padahal, faktanya, gula tambahan terdapat dihampir 75 persen makanan kemasan, baik makanan itu manis atau tidak. Makanan seperti roti, sereal gandum utuh, susu nabati (seperti susu oat), granola, yoghurt, sup, saus salad, dan bumbu lainnya sering kali mengandung gula tambahan.

Jika dilihat sekilas, jumlah di setiap produk mungkin tidak banyak. Akan tetapi, jika diakumulasikan selama sehari, itu dapat melebihi batas gula harian setiap individu. Adapun batas gula harian yang direkomendasikan ahli adalah 25 gram untuk wanita dan anak-anak, serta 36 gram untuk pria.

Untuk melacak kandungan gula tambahan, Anda bisa melihat label makanan. Gula tambahan pada label makanan mungkin muncul dalam berbagai jenis, bahkan bisa lebih dari 50. Beberapa pemanis yang umum digunakan dalam makanan kemasan antara lain konsentrat jus buah, gula tebu, gula pasir, sirup jagung berfruktosa tinggi, pemanis atau sirup jagung, sari tebu yang dievaporasi, maltodextrin, dan banyak lagi.

Di sisi lain, ada juga gula alami, termasuk fruktosa dalam buah dan laktosa dalam makanan susu Ketika harus membatasi asupan gula, Anda tidak perlu khawatir dengan jenis gula ini. Faktanya, buah dan produk susu seperti yoghurt dan susu, memiliki nutrisi lain yang sangat dibutuhkan, seperti serat dan antioksidan dalam buah, serta kalsium dan kalium dalam susu.

Di antara jenis gula alami, ada juga gula rafinasi, seperti sirup maple, madu, dan gula kelapa. Lalu, bagaimana dampak konsumsinya?

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile