Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

10 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Berat Lahir Bayi Bisa Prediksi Masalah Kesehatan Mental

Ahad 02 Oct 2022 09:56 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Bayi yang baru lahir (ilustrasi). Tim peneliti Irlandia menemukan bahwa bayi yang lahir dengan berat di bawah 3,5 kg memiliki risiko lebih besar untuk mengalami masalah perilaku dan kesehatan mental di kemudian hari.

Bayi yang baru lahir (ilustrasi). Tim peneliti Irlandia menemukan bahwa bayi yang lahir dengan berat di bawah 3,5 kg memiliki risiko lebih besar untuk mengalami masalah perilaku dan kesehatan mental di kemudian hari.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Makin rendah berat lahir, makin tinggi risiko kembangkan masalah kesehatan mental.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berat bayi saat lahir ternyata bisa menjadi prediktor untuk kesehatan mental anak di masa depan. Bayi yang lahir dengan berat lebih ringan memiliki kecenderungan lebih besar untuk memiliki masalah kesehatan mental.

Hubungan antara berat bayi saat lahir dengan masalah kesehatan mental ini diungkapkan dalam sebuah studi yang dimuat di European Child & Adolescent Psychiatry. Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari Royal College of Surgeons in Ireland (RCSI).

Baca Juga

Melalui studi ini, tim peneliti menemukan bahwa bayi yang lahir dengan berat di bawah 3,5 kg memiliki risiko lebih besar untuk mengalami masalah perilaku dan kesehatan mental di kemudian hari. Semakin rendah berat lahir, semakin tinggi pula risiko anak terhadap masalah-masalah tersebut.

Masalah perilaku dan kesehatan mental ini umumnya terjadi pada rentang usia sembilan hingga 17 tahun. Masalah yang berkaitan dengan berat saat lahir ini adalah ADHD, depresi, gangguan kecemasan, dan masalah bersosialisasi.

Ada peningkatan risiko ADHD sebesar dua persen bila bayi lahir dengan berat satu kilogram lebih rendah dari 3,5 kg. ADHD adalah gangguan umum yang biasanya terdiagnosis pada masa kanak-kanak dan kerap memunculkan gejala seperti sulit memberikan perhatian, hiperaktif, dan impulsif.

"Studi ini menunjukkan bahwa, meski deviasi yang sangat kecil sekalipun dari berat lahir pada umumnya (3,5 kg), bisa menjadi sesuatu yang relevan," kata Prof Mary Cannon dari RCSI, seperti dilansir The Sun, Sabtu (1/10/2022).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile