Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

16 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Warga Muhammadiyah Surabaya Sholat Gaib Bagi Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin 03 Oct 2022 03:06 WIB

Red: Ratna Puspita

Tragedi Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, 01 Oktober 2022 (dikeluarkan pada 02 Oktober 2022).

Tragedi Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, 01 Oktober 2022 (dikeluarkan pada 02 Oktober 2022).

Foto: EPA-EFE/H. PRABOWO
Sholat gaib digelar di seluruh kecamatan se-Surabaya, Senin (3/10/2022) hari ini.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Warga Muhammadiyah di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, melaksanakan sholat gaib bagi warga yang meninggal dunia akibat tragedi yang terjadi seusai laga Persebaya Surabaya vs Arema FC pada Sabtu (1/10/2022) malam di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sholat gaib digelar di seluruh kecamatan se-Surabaya, Senin (3/10/2022) hari ini.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya M Arif An di Surabaya, Senin, mengatakan, sholat gaib dilaksanakan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah yang ada di Kota Surabaya, termasuk di masjid, panti asuhan, dan sekolah. Sebanyak 207 siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Dupandi kawasan Bangkingan, Surabaya, melaksanakan sholat gaib pada Senin pagi.

Baca Juga

"Sholat gaib ini kami lakukan bersama siswa-siswi untuk mewakili ucapan turut berduka dan berbela sungkawa atas tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan Malang. Semoga Allah menempatkan mereka di tempat yang terbaik," kata Kepala MIM Dupan Surabaya Rohim.

Arif mengatakan bahwa Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga seluruh korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Menurut dia, kerusuhan yang merenggut nyawa setidaknya 130 orang tersebut merupakan tragedi besar.

"Ini tragedi besar dunia. Mohon para pihak untuk mengusut tuntas. Harus ada yang bertanggung jawab, dalam hal ini penyelenggara, aparat, dan seluruh stakeholder(pemangku kepentingan) sepak bola," kata dia.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile