Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

8 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Mungkinkah Gas Air Mata Jadi Penyebab Kematian Sebagian Aremania? Ini Kata Dokter Paru

Senin 03 Oct 2022 07:00 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Foto tangkapan layar twitter suasana tribun penonton yang terpapar asap gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Sebanyak 125 penonton meninggal dalam insiden tersebut.

Foto tangkapan layar twitter suasana tribun penonton yang terpapar asap gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Sebanyak 125 penonton meninggal dalam insiden tersebut.

Foto: Tangkapan layar
Polisi melepaskan tembakan gas air mata ke tribun penonton di Stadion Kanjuruhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyaksikan rekaman video tembakan gas air mata polisi ke arah tribun penonton di Stadion Kanjuruhan, warganet ramai berspekulasi mengenai penyebab kematian sebagian Aremania. Mereka menduga kemungkinan itu ada kaitannya dengan paparan gas air mata.

Bagaimana menurut pandangan dokter paru? Pakar ilmu kedokteran respirasi dan pulmonologi Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan perlu analisis mendalam untuk mengungkap kemungkinan efek gas air mata sebagai penyebab jatuhnya korban saat tragedi Stadion Kajuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Baca Juga

"Akan baik kalau kita tunggu hasil analisis mendalam tentang sebab kematian para korban, yang mungkin beberapa faktor yang saling memengaruhi," kata Prof Tjandra di Jakarta, Senin (3/10/2022).

Prof Tjandra mengatakan, gas air mata yang menyeruak di sekitar area tribun penonton saat berlangsungnya kejadian belum tentu menjadi penyebab kematian korban. Pengaruh paparan gas air mata pada manusia ditentukan oleh seberapa besar dosis gas yang mengontaminasi seseorang.

"Makin besar paparannya tentu akan makin buruk akibatnya," kata Prof Tjandra yang juga direktur Pasca Sarjana Universitas Yarsi.

photo
Petugas polisi menembakkan gas air mata saat kerusuhan setelah pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022 (dirilis pada 2 Oktober 2022). Sebanyak 125 orang meninggal dalam tragedi tersebut. - (EPA-EFE/H. PRABOWO)

Selain itu, dampak pada kesehatan juga akan tergantung pada kepekaan seseorang terhadap bahan di gas itu. Kemungkinan ada gangguan kesehatan tertentu pada mereka yang terpapar juga berpengaruh.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile