Senin 03 Oct 2022 19:09 WIB

Sutradara Masih Ingin Memoles, Penayangan Sri Asih Diundur Jadi 17 November 2022

Film Sri Asih dari jagat sinema Bumilangit semula dijadwalkan tayang 6 Oktober 2022.

Red: Reiny Dwinanda
Aktris sekaligus pemeran utama film Sri Asih Pevita Pearce menghadiri acara pengumuman peluncuran film Sri Asih saat jumpa pers di Mall Senayan City, Jakarta, Sabtu (21/9/2019). Film Sri Asih urung tayang pada 6 Oktober 2022.
Foto: Republika
Aktris sekaligus pemeran utama film Sri Asih Pevita Pearce menghadiri acara pengumuman peluncuran film Sri Asih saat jumpa pers di Mall Senayan City, Jakarta, Sabtu (21/9/2019). Film Sri Asih urung tayang pada 6 Oktober 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penayangan film Sri Asih diundur menjadi 17 November 2022. Mengumumkan lewat akun media sosialnya, sutradara Upi menjelaskan bahwa film yang awalnya dijadwalkan untuk tayang di bioskop pada 6 Oktober 2022 itu masih membutuhkan tambahan waktu agar bisa tayang dalam format terbaiknya sehingga penonton Indonesia juga akan mendapatkan pengalaman terbaik.

"Saya dan seluruh tim pembuat Sri Asih telah berusaha sekuat tenaga dan akal untuk menyelesaikan Sri Asih dalam kondisi terbaiknya sebelum tanggal rilis, tapi waktu ternyata tidak memungkinkan hal ini," tulis Upi di media sosial, Senin (3/10/2022).

Baca Juga

Sebetulnya, menurut Upi, Sri Asih bisa saja dirilis ke publik sesuai tanggal yang telah diumumkan. Akan tetapi, hasilnya yang tidak sempurna akan jadi pengkhianatan bagi para kru dan pemain yang telah memberikan yang terbaik dari diri mereka.

"Juga jadi pengkhianatan bagi kepercayaan teman-teman yang telah diberikan kepada saya," kata dia.

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَ ۚ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰكِنَّ الشَّيٰطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَآ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ ۗ وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَآ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۗ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهٖ ۗ وَمَا هُمْ بِضَاۤرِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۗ وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰىهُ مَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۗ وَلَبِئْسَ مَاشَرَوْا بِهٖٓ اَنْفُسَهُمْ ۗ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.” Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.

(QS. Al-Baqarah ayat 102)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement