Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Paham Sportivitas-Rivalitas dalam Kompetisi, Anak Bisa Luapkan Emosi Secara Positif

Senin 03 Oct 2022 13:52 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Anak-anak bermain sepak bola di lahan sawah yang belum diolah kembali setelah panen di Desa Porame, Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (7/6/2022). Orang tua perlu mengajarkan sportivitas dan rivalitas sehat dalam konteks kompetisi kepada anak-anaknya.

Anak-anak bermain sepak bola di lahan sawah yang belum diolah kembali setelah panen di Desa Porame, Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (7/6/2022). Orang tua perlu mengajarkan sportivitas dan rivalitas sehat dalam konteks kompetisi kepada anak-anaknya.

Foto: ANTARA/Basri Marzuki
Anak perlu belajar meluapkan emosi dengan cara yang tidak merugikan orang lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI) Vera Itabiliana Hadiwdjojo mengatakan orang tua perlu mengajarkan rivalitas yang sehat kepada anak-anaknya sejak dini. Hal itu perlu diajarkan agar ketika berada dalam situasi menang ataupun kalah, anak bisa menyikapinya dengan positif dan tidak merugikan orang lain.

"Menekankan dalam pertandingan yang terpenting bukan hanya kemenangan, tapi bagaimana menunjukkan performa terbaik hasil dari latihan selama ini," kata Vera kepada Antara, Senin (3/10/2022).

Baca Juga

Vera mengatakan orang tua juga dapat mengajarkan anak tentang sportivitas. Kenalkan cara menghargai kemenangan lawan dan menerima kekalahan dengan lapang dada.

Orang tua sebagai pengajar pertama di keluarga harus berperan sebagai pemberi contoh agar anak memahami konsep rivalitas secara sehat dalam berbagai pertandingan ataupun kompetisi. Vera mengatakan pemberian pemahaman terkait rivalitas yang sehat kepada anak bisa dilakukan sejak usia dini, misalnya dimulai dari tindakan orang tua dengan cara tidak membandingkan anak dengan kakak atau adik maupun teman sebaya buah hati.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile