Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

2 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ini Cerita Wisudawan Terbaik UMM yang Sukses Capai Nilai Sempurna

Senin 03 Oct 2022 20:08 WIB

Rep: wilda fizriyani/ Red: Hiru Muhammad

Tara Narendra Kirana ditetapkan sebagai wisudawan terbaik dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Tara Narendra Kirana ditetapkan sebagai wisudawan terbaik dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Foto: dok. Humas UMM
Sangat rugi jika hanya menjadi mahasiswa tanpa menambah ilmu dan pengalaman di luar

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG--Memiliki prestasi di luar bidang akademik tetapi tetap menjaga nilai tetap prima bukanlah hal yang mustahil. Hal tersebut disampaikan Tara Narendra Kirana sebagai wisudawan terbaik dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Perempuan disapa Tara ini mengatakan sangat rugi jika hanya menjadi mahasiswa tanpa menambah ilmu dan pengalaman lain di luar. Menurutnya, memaksimalkan potensi dan bakat termasuk pekerjaan yang menyenangkan. Ada pun kegiatan tari sudah ia geluti sejak masih duduk di taman kanak-kanak.

Baca Juga

Tari pada awalnya tertarik dengan kostum-kostum beserta aksesoris yang dikenakan para penari. "Kemudian mencoba ikut sanggar tari dan mulai belajar hingga saat ini,” ungkapnya.

Darah penari yang turun dari ibunya juga memiliki peran penting. Meksipun begitu, tak ada paksaan dari ibunya untuk ikut sanggar. Menurutnya, ibu menjadi inspirasinya dalam proses menguasai gerakan tarian. 

Tara mengatakan, tari tradisional mempunyai keunikan sendiri karena memiliki kekhasan dari tiap daerah dan provinsi. Apalagi selalu ada nilai filosofis di setiap gerakan dan lenggokan yang ditampilkan.

Tara bersyukur UMM selalu mewadahi disy untuk mengembangkan potensi. Bahkan, dia bersama tim sempat memenangkan beberapa perlombaan tari tradisional di tingkat Nasional. 

Pada 2020, dia bersama tim meraih juara dua saat membawakan tari Geleng Ro’om asal Madura di Universitas Kanjuruhan Malang. Kemudian pada 2021 berhasil meraih juara satu ketika membawakan tari Jaripah asal Banyuwangi di Universitas Muhammadiyah Sukabumi 

Tara menjelaskan dirinya menggunakan sistem skala prioritas agar hobi menarinya tidak mengganggu tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa. Setiap hari ia membuat daftar kegiatan dan tugas yang harus diselesaikan. Dengan begitu, ia bisa memilah mana yang harus didahulukan terlebih dahulu. Kemudian nilai perkuliahannya bisa terjaga hingga mampu mendapat IPK sempurna.

Setelah lulus dari perguruan tinggi, ia berniat terus aktif menjadi penari dan berharap bisa mengajak pemuda Indonesia untuk melestarikan budaya. Meskti zaman terus maju, budaya harus tetap dijaga. “Kuliah memang nomor satu, tetapi jangan hanya jadi mahasiswa yang biasa-biasa saja,” kata dia.

 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile