Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

10 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pentingnya Hati-Hati Menjaga Makanan dan Bicara Bagi Penuntut Ilmu

Senin 03 Oct 2022 22:15 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Pentingnya Hati-Hati Menjaga Makanan dan Bicara Bagi Penuntut Ilmu. Foto:  Kitab (ilustrasi).

Pentingnya Hati-Hati Menjaga Makanan dan Bicara Bagi Penuntut Ilmu. Foto: Kitab (ilustrasi).

Foto: Wordpress.com
Penuntut ilmu harus memiliki sifat kehati-hatian dalam menjaga makanan dan bicara.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Seorang pelajar atau santri harus memiliki sikap wara' atau berhati-hati dalam segala sesuatu termasuk apa yang dimakan dan diperbuatnya. Imam Az-Zarnuji dalam kitabnya "Ta'limul Muta'allim" mengatakan, dalam masalah wara sebagian ulama meriwayatkan hadis dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda:

"Siapa yang tidak bersikap wara pada waktu belajarnya, maka Allah memberinya ujian dengan salah satu dari tiga perkara: dimatikan pada usia muda, atau ditempatkan di perkampungan orang-orang bodoh, atau mengujinya dengan menjadi pembantu bagi penguasa."

Baca Juga

Imam Az-Zarnuji menyampaikan, apabila seorang pelajar mau bersikap wara maka ilmunya lebih bermanfaat, dan belajar pun akan menjadi mudah serta mendapatkan banyak faedah.  Termasuk berbuat wara' adalah menjaga dirinya jangan sampai perutnya kenyang, terlalu banyak tidur dan banyak membicarakan hal yang tidak bermanfaat. 

"Selain itu, hendaknya berhati-hati dari memakan makanan dari pasar, Jika memungkinkan. Sebab, makanan ini lebih mudah terkena najis dan kotor, jauh dari zikrullah, bahkan membuat lengah dari mengingat Allah," katanya.

Pasalnya, orang-orang fakir selalu melihat makanan itu, tapi tidak mampu membelinya sehingga mereka tersakiti hatinya. Oleh sebab itu, berkah pun akan hilang darinya.

Dikisahkan: Syekh Al-Imam yang mulia Muhammad bin Al-Fadl rahimahullah pada masa belajarnya tidak pernah memakan makanan dari pasar. Ayahnya sendiri yang tinggal di dusun yang selalu mengirimnya makanan setiap hari Jumat. 

Pada suatu hari, sang ayah mengetahui ada roti pasar di kamar Muhammad bin Al-Fadl Ia pun marah, dan tidak mau berbicara dengan sang putra. Akhirnya Muhammad menjelaskan, "Saya tidak membeli roti itu dan memang tidak mau memakannya, tetapi itu pemberian temanku." 

Bapaknya menjawab, "Bila kau berhati-hati dan wara' niscaya temanmu tak akan berani memberikan roti seperti itu."

Demikianlah kata Imam Az-Zarnuji para penuntut ilmu dahulu berbuat wara'. Dengan itu, mereka diberi ilmu dan pengajarannya, hingga nama mereka tetap harum sampai hari kiamat.

Imam Az-Zarnusi ada seorang zuhud dari kalangan ahli fiqih menasehati seorang pelajar, "Jagalah dirimu dari ghibah dan bergaul dengan orang yang banyak bicara."

Lalu ia meneruskan nasihatnya, "orang yang banyak bicara itu mencuri umurmu dan menyia-nyiakan waktumu." 

Termasuk sikap wara' lainnya lagi adalah hendaknya menjauhi kaum perusak, orang-orang yang berbuat kemaksiatan dan para pengangguran. Sebab, bergaul dengan mereka itu pasti akan sangat terpengaruh. 

 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile