Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Tokoh Adat Minta Warga Papua yang Berjaga di Rumah Lukas Pulang

Selasa 04 Oct 2022 08:26 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Selasa (10/8/2021).

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Selasa (10/8/2021).

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Lukas Enembe sudah dua kali mangkir ketika dipanggil KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Tersangka kasus korupsi di KPK yang juga Gubernur Papua Lukas Enembe masih belum bisa diperiksa penyidik dengan alasan sakit. Lukas pun masih berada di rumahnya di Jayapura, Provinsi Papua, dikawal ratusan warga yang melindunginya.

Ketua Adat Sekanto Keerom, Papua, Didimus Werare mengimbau masyarakat Papua untuk tidak menghalangi KPK melakukan pemeriksaan terhadap Lukas. Dia mengajak warga yang masih bertahan di kediaman Lukas untuk pulang ke rumah masing-masing. Tujuannya agar KPK bisa segera memeriksa kasus yang menjerat Lukas.

Didimus mendukung penuh penyidik KPK dalam memeriksa Lukas secara profesional. Apalagi, dua panggilan pemeriksaan selama ini diabaikan mantan ketua DPD Partai Demokrat Papua tersebut.

"KPK harus memeriksa Lukas Enembe beserta pejabat terdekatnya agar semua yang berkaitan dengan kasus korupsi dapat dihukum," ucap Didimus dari Jayapura, Papua, Selasa (4/10/2022). Pihaknya mendorong KPK agar Lukas secepatnya diperiksa supaya kasus itu cepat selesai.

Didimus juga mengingatkan Lukas untuk segera sadar dan mengikuti aturan hukum diperiksa KPK di Jakarta. "Kami orang adat tidak akan melakukan intervensi karena tidak mau ada pengorbanan yang sia-sia," katanya.

Adapun Lukas mengaku masih dalam masa penyembuhan sehingga tidak bisa menghadiri pemeriksaan di KPK. Dia sudah dua kali mangkir diperiksa, dan KPK tidak ingin memaksakan diri menangkap Lukas karena bisa memicu konflik horisontal.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile