Allah SWT Berkuasa Islamkan Semua Orang, Tetapi Mengapa Diberi Kebebasan Memilih?

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

 Selasa 04 Oct 2022 10:00 WIB

Ilustrasi beribadah kepada Allah SWT. Allah SWT membuka peluang seseorang untuk memilih jalan Islam atau tidak Ilustrasi beribadah kepada Allah SWT. Allah SWT membuka peluang seseorang untuk memilih jalan Islam atau tidak

Allah SWT membuka peluang seseorang untuk memilih jalan Islam atau tidak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Alquran menjelaskan bahwa manusia diberi kebebasan untuk memilih taat kepada Allah SWT atau sesat. Meski Allah SWT sebenarnya bisa membuat manusia mendapat taufik dan hidayah untuk beriman kepada-Nya dan beramal sholeh. 

Muncul pertanyaan mengapa manusia diberi kebebasan untuk memilih beriman atau tidak. Kalau manusia tidak diberi pilihan, tapi dipaksa taat kepada Allah SWT maka martabat manusia akan menjadi rendah karena setara dengan matahari, bumi dan lain-lain yang hanya bisa memilih taat kepada Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam tafsir Surat As Sajdah Ayat 13.

Baca Juga

وَلَوْ شِئْنَا لَاٰتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدٰىهَا وَلٰكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّيْ لَاَمْلَـَٔنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ

“Seandainya Kami menghendaki, niscaya Kami menganugerahkan kepada setiap jiwa petunjuk (bagi)-nya, tetapi telah berlaku ketetapan dari-Ku (bahwa) sungguh Aku pasti akan memenuhi (neraka) Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama.” (QS As Sajdah ayat 13) 

Ayat ini mengandung arti, sebenarnya Allah SWT mampu memaksa setiap manusia untuk beriman, namun hal tersebut justru akan merendahkan martabat mereka menjadi setara dengan matahari, bumi, langit, dan sebagainya yang tidak punya pilihan lain kecuali tunduk. Itulah mengapa Allah SWT memberi setiap manusia pilihan, bukan paksaan, untuk beriman atau tidak.

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, ayat ini menerangkan, jika Allah SWT menghendaki semua manusia mendapat taufik dan hidayah untuk beriman dan beramal sholeh, tentu hal itu tidak sulit bagi-Nya. Akan tetapi, hal itu tidak sesuai dengan sunatullah yang dahulu berlaku di alam ini.

Aturan dan hukum Allah SWT yang berlaku di alam ini adalah aturan dan hukum yang paling sempurna. Menurut aturan dan hukum itu, menempatkan segala sesuatu di tempatnya, seperti menempatkan mata, telinga, hati, tangan, kaki, dan sebagainya berada di tempat yang layak dan wajar, sesuai dengan keindahan dan fungsinya.

Di antara sunatullah itu adalah Allah SWT akan mengisi neraka Jahanam dengan jin dan manusia yang layak bertempat tinggal di sana dan menjadi penghuninya. 

Sebagaimana Allah SWT akan memenuhi surga dengan orang-orang yang layak bertempat tinggal di sana.

Jika manusia memperhatikan sunatullah yang berlaku di alam ini, akan tampak suatu keserasian dan kerapian di dalamnya. Ikan yang hidup di dalam air mempunyai sirip, insang, dan berdarah dingin.

Demikian pula lalat, ular, burung, dan sebagainya. Jika mata memandang ke cakrawala luas, maka di dalamnya terdapat pula sunnatullah yang juga sangat rapi, sehingga planet-planet itu tidak berbenturan antara yang satu dengan yang lain.   

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...