Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Uni Eropa Wajibkan Pengisi Daya Tipe USB-C pada Akhir 2024

Selasa 04 Oct 2022 23:35 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

USB tipe C. Uni Eropa Wajibkan Pengisi Daya Tipe USB-C pada Akhir 2024

USB tipe C. Uni Eropa Wajibkan Pengisi Daya Tipe USB-C pada Akhir 2024

Foto: CNN
Peraturan tersebut dibuat untuk mengurangi limbah elektronik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Parlemen Eropa telah memutuskan USB-C sebagai standar pengisi daya umum di Uni Eropa (UE). Semua perangkat seluler dengan pengiriman daya hingga 100W, termasuk ponsel, tablet, dan earbud yang dijual di wilayah tersebut harus dilengkapi dengan port pengisian daya USB-C pada akhir 2024.

Peraturan tersebut dibuat untuk mengurangi limbah elektronik dengan membiarkan orang menggunakan pengisi daya yang ada untuk memberi daya pada perangkat baru. Selain itu, peraturan juga bertujuan menghilangkan penguncian teknologi yang membuat pengguna terikat pada format milik satu produsen.

Baca Juga

Bukan rahasia lagi bahwa persyaratan tersebut khususnya akan berdampak pada Apple yang telah menempel pada port Lightning eksklusif pada iPhone dan beberapa perangkat lain. Pada 2020, persyaratan pengisi daya disebut akan membatasi inovasi.

Tidak hanya membatasi penjualan produk yang dilengkapi Lightning saat ini seperti jajaran iPhone 14 atau AirPods Pro generasi kedua, tetapi itu akan memaksa perusahaan beralih ke USB-C di masa depan. Beberapa rumor telah menyarankan Apple sudah menguji iPhone USB-C yang mungkin tiba pada tahun 2023 dan iPad entry-level mungkin menggunakan portal tipe C musim gugur ini.

Dilansir Engadget, Rabu (5/10/2022), ada kekhawatiran tentang dampak jangka panjang dari peraturan tersebut. Sementara pelapor Parlemen Alex Agius Saliba mengatakan undang-undang akan memungkinkan pengembangan solusi pengisian daya inovatif di masa depan dan perusahaan perlu menunggu persetujuan UE sebelum beralih.

Undang-undang tersebut juga tidak mencakup perangkat keras di luar 100W sehingga produsen tidak perlu menggunakan USB-C 2.1 dengan pengiriman daya hingga 240W untuk laptop berperforma tinggi. Meski begitu, langkah ini mungkin bisa diterima jika orang tidak ingin membeli charger dan kabel baru hanya untuk beralih ke platform seluler lain.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile