Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Simon Cowell Kantongi Aset 1,9 Triliun dari Waralaba 'Got Talent'

Selasa 04 Oct 2022 23:39 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Produser televisi Simon Cowell merupakan pemilik waralaba Got Talent.

Produser televisi Simon Cowell merupakan pemilik waralaba Got Talent.

Foto: EPA
Waralaba 'Got Talent' telah hadir di 72 wilayah di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan Syco Entertainment milik Simon Cowell berhasil mencapai kesepakatan senilai 125 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,9 triliun melalui sekuritisasi aset waralaba "Got Talent". Langkah ini dianggap sebagai sebuah terobosan baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Mengacu pada laman IMF, sekuritisasi adalah proses mengumpulkan berbagai jenis aset sehingga aset-aset tersebut bisa "dikemas ulang" menjadi surat surat berharga yang berbunga. Seperti dilansir Deadline, metode seperti ini lebih umum digunakan dalam industri musik untuk mengurus pemasukan royalti dari streaming.

Baca Juga

Sebagai bagian dari kesepakatan sekuritisasi ini, seluruh biaya dan pemasukan terkait franchise "Got Talent" akan dikumpulkan menjadi surat-surat berharga. Beragam biaya dan pemasukan ini meliputi biaya dan margin produksi, pemasukan digital, penjualan konten orisinal dan waralaba, serta pemasukan dari sponsor.

Sejauh ini, franchise "Got Talent" telah hadir di 72 wilayah di dunia, termasuk Armenia, Chile, dan Mesir. Pada 2017, waralaba "Got Talent" berhasil mendapatkan rekor dunia dari Guinness sebagai "tayangan reality television dengan versi internasional terbanyak".

Syco Entertainment mengambil keputusan tak biasa ini setelah mendapatkan saran dari bank investasi media dan hiburan ACF serta perusahaan hukum Memery Crystal. ACF mengungkapkan bahwa proses sekuritisasi aset ini memakan waktu selama dua tahun sebelum mencapai kesepakatan. Struktur kesepakatan yang dibangun mirip seperti struktur kesepakatan yang digunakan untuk mengurus pemasukan royalti streaming di industri musik.

ACF menyebut, dana "war-chest" yang dihasilkan melalui kesepakatan sekuritisasi ini akan digunakan oleh Syco Entertainment untuk mengembangkan bisnis mereka. Pengembangan bisnis ini akan dilakukan melalui proyek-proyek pertumbuhan organik dan akuisisi strategis.

"ACF benar-benar memiliki talenta," kata Direktur Syco Entertainment, Ian Rosenblatt, seperti dilansir Variety, Selasa (4/10/2022).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile