Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

BNPB: Lima Ribu Warga Terdampak Banjir Sintang

Rabu 05 Oct 2022 04:50 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Gita Amanda

Dua pengendara motor melintasi genangan banjir (ilustrasi). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau kejadian banjir yang merendam enam desa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat sejak, Ahad (2/10/2022).

Dua pengendara motor melintasi genangan banjir (ilustrasi). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau kejadian banjir yang merendam enam desa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat sejak, Ahad (2/10/2022).

Foto: ANTARA/Jessica Helena Wuysang
Terdapat 1.000 Kepala Keluarga yang bermukim di enam desa terdampak Banjir Sintang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau kejadian banjir yang merendam enam desa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat sejak, Ahad (2/10/2022). Peristiwa itu terjadi pascahujan deras dan meluapnya Sungai Serawai hingga permukiman warga pada pukul 12.00 Wib.

Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB hingga Selasa (4/10/2022) pukul 18.00 Wib, terdapat 1.000 Kepala Keluarga (KK) atau 5.000 warga yang bermukim di enam desa terdampak.

Baca Juga

"Kondisi saat ini, banjir masih merendam dengan ketinggian muka air mencapai 1,5 hingga dua meter," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan pers pada Rabu (5/10/2022).

Adapun enam desa terdampak tersebut antara lain, Desa Pagar Pebata, Desa Tanjung Raya, Desa Mentatai, Desa Nusa Tujuh, dan Desa Tanjung Baru serta Desa Batu Ketubung. "Semua desa terdampak berada di Kecamatan Serawai yang dilalui oleh Sungai Serawai," lanjut Abdul.

BNPB menyebut banjir kali ini merendam berbagai infrastruktur yang ada di wilayah itu. Tercatat, 1.000 unit rumah warga, tujuh unit fasilitas pendidikan, tujuh unit fasilitas ibadah dan lima belas unit fasilitas umum mengalami kerusakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang dan tim gabungan langsung menuju lokasi terdampak pada saat kejadian hingga saat ini. "Tim gabungan melakukan penanganan darurat, mengevakuasi warga, melakukan pendataan dan melakukan pelayanan kesehatan dengan menyambangi rumah-rumah warga," ucap Abdul.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan lebat yang disertai petir/kilat dan angin kencang berdurasi singkat pada Rabu (5/10/2022) dan Kamis (6/10/2022) pada wilayah Kabupaten Sintang dan sebagian wilayah provinsi Kalimantan Barat.

Menanggapi potensi tersebut, BNPB kembali mengimbau stakeholder dan masyarakat untuk mewaspadai dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.

Untuk meminimalisir dampak yang akan terjadi, BNPB berharap seluruh unsur terkait agar meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan beberapa langkah pencegahan khususnya di wilayah rawan banjir. "Antara lain mengetahui informasi cuaca secara aktual dari pihak yang berwenang dan membentuk tim siaga darurat di lingkup komunitas warga terkecil tingkat RT maupun RW," ujar Abdul.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile