Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Buntut Penangkapan Hakim Agung, Ketua MA: Jangan Takut Memutus Perkara

Rabu 05 Oct 2022 05:30 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Agus Yulianto

Ketua Mahkamah Agung M. Syarifuddin memberikan keterangan pers.

Ketua Mahkamah Agung M. Syarifuddin memberikan keterangan pers.

Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Aparatur peradilan agar berpegang pada kebenaran walaupun 'pahit'. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Mahkamah Agung (MA)  Syarifuddin memotivasi para aparatur peradilan pascapenangkapan Hakim Agung Suradjad Dimyati. Dia berpesan, bahwa kejadian itu harus menjadi momentum agar lembaga peradilan menjadi lebih baik lagi.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pertemuan para Ketua MA se-ASEAN yang tergabung dalam Asean Law Association (ALA) di Bandung. 

"Tidak usah berkecil hati, tidak usah takut mengatakan yang benar, kalau saudara-saudara memutus perkara dengan benar, tidak usah takut sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Syarifuddin dalam keterangan pers yang dikutip pada Rabu (5/10). 

Syarifuddin mengajak, aparatur peradilan agar berpegang pada kebenaran walaupun 'pahit'. Sehingga segala kritikan, menurutnya, jangan sampai mempengaruhi kinerja. 

"Jangan redup karena banyaknya kritik-kritik yang tajam, tidak usah mempengaruhi saudara semua untuk menegakkan hukum dan keadilan. Jalankan terus sesuai dengan keyakinan, menggunakan hati nurani hukum dan keadilan yang benar," ujar Syarifuddin. 

S,yarifuddin juga menganggap kritikan ibarat obat pahit yang akan menyembuhkan. Dia lantas mengajak, para aparatur peradilan kembali bangkit. 

"Masih banyak kawan-kawan kita, baik di Mahkamah Agung maupun di daerah yang bekerja dengan hati nuraninya, dengan integritas yang sempurna," ucap Syarifuddin.

Di sisi lain, mantan Ketua Kamar Pengawasan itu menyampaikan indeks integritas MA versi Komisi Pemberantasan Korupsi adalah 82 persen. Sedangkan indeks nasional berada di angka 72 persen. Hal ini menurutnya menandakan sekitar 82 persen aparatur peradilan di Indonesia memiliki integritas yang baik, bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

"Sisanya sekitar 18 persen itulah yang harus diawasi lebih ketat lagi, dibina lebih serius lagi," ucap Syarifuddin. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile