Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Muhammadiyah Tegaskan tidak Terlibat Dukungan Calon Presiden

Rabu 05 Oct 2022 14:00 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Ilham Tirta

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti.

Foto: Republika/Prayogi
Muhammadiyah tetap di posisi netral baik di pemilu sebelumnya maupun 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menegaskan, posisi Persyarikatan Muhammadiyah dalam kontestasi politik jelang 2024, mendatang. Sebagai ormas Islam, Muhammadiyah tetap di posisi netral tidak ikut dalam dukung mendukung pasangan calon presiden, baik di pemilu sebelumnya maupun pada 2024, mendatang.

"Sebagai Ormas Islam, Muhammadiyah tidak punya otoritas dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis dan dukung mendukung calon presiden dan wakil presiden," kata Abdul Mu'ti yang ia tegaskan melalui akun Twitter-nya, Rabu (5/10/2022).

Baca Juga

Ia kembali menegaskan posisi Muhammadiyah adalah organisasi masyarakat Islam, bukan partai politik. "Sesuai Undang-Undang dasar lembaga yang berwenang mencalonkan presiden dan wakil presiden adalah partai politik," ujarnya.

Adapun bagi pribadi personal warga Muhammadiyah, diakui dia, memang memiliki hak konstitusi baik memilih dan dipilih. Abdul Mu'ti menegaskan, proses pemilihan presiden dan wakil presiden memang masih lama. Namun, suasana dukung mendukung di masyarakat sudah sangat terasa.

Karena itu, ia menekankan agar tetap harus memiliki aturan. Sehingga tidak seenaknya mencampuradukkan dukungan pribadi dengan wilayah organisasi Muhammadiyah.

"Warga Muhammadiyah hendaknya bersikap cerdas dan tidak terpengaruh oleh video yang beredar luas melalui medsos, bahwa Muhammadiyah memberikan dukungan. Atas video yang beredar merupakan disinformasi yang dimaksudkan sebagai propaganda politik," kata Mu'ti.

Ia berharap kepada masyarakat, khususnya warga persyarikatan Muhammadiyah, hendaknya tetap cerdas melihat situasi. Warga Muhammadiyah juga diminta tetap tenang dan menjaga situasi yang kondusif, rukun, dan persatuan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

BERITA TERKAIT

 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile