Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pemprov NTB dan Universitas Bakrie Kerja Sama Pengembangan Budidaya Larva 

Rabu 05 Oct 2022 22:22 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Universitas Bakrie bekerja sama untuk pengembangan budidaya larva.

Ilustrasi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Universitas Bakrie bekerja sama untuk pengembangan budidaya larva.

Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Program ini untuk mendukung keberhasilan NTB zero waste atau ‘nol dedoro’.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Universitas Bakrie bekerja sama untuk pengembangan budidaya larva. Program ini untuk mendukung terciptanya pertanian dan pariwisata yang berkelanjutan.

Dalam kerja sama ini, Pemprov NTB dan Universitas Bakrie menyerahkan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, pada Rabu (5/10/2022). Kerja sama ini tertuang dalam program Universitas Bakrie Matching Fund Kedaireka 2022 “Integrasi Zero Waste dan Agrowisata Dalam Pertanian Berkelanjutan Melalui Budidaya Larva Black Soldier Fly (BSF)”. 

Baca Juga

“Integrasi zero waste dan agrowisata merupakan wujud kolaborasi dan penerapan inovasi yang dihasilkan di perguruan tinggi sebagai solusi untuk memecahkan masalah timbulan sampah sekaligus mewujudkan pertanian dan pariwisata berkelanjutan,” kata Ketua Matching Fund Kedaireka 2022 Universitas Bakrie Deffi Ayu Puspito Sari melalui keterangan yang diterima Republika.

Program Universitas Bakrie Matching Fund Kedaireka 2022 ini diinisiasi oleh peneliti Universitas Bakrie bermitra dengan Dompet Dhuafa. Pembiayaan program Matching Fund Kedaireka 2022 diperoleh dari Kemendikbudristek RI.

Program ini merupakan upaya untuk mendukung keberhasilan NTB zero waste atau dikenal dengan ‘nol dedoro’. Program ini juga untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berfokus pada solusi ramah lingkungan dan penerapan ekonomi sirkular.

“Pupuk organik sebagai hasil budidaya BSF dapat mengurangi pemakaian pupuk anorganik. Pakan ternak dari larva BSF dapat meringankan biaya penyediaan pakan ternak dan mensubstitusi pakan ternak biasa dengan pakan yang kaya nutrisi. Lokasi budidaya BSF juga dapat dijadikan tempat edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah organik oleh BSF,” kata dia. 

Selain itu, Universitas Bakrie akan mendorong lebih banyak masyarakat dan kemandirian pelaku usaha di sektor pertanian di NTB untuk turut andil dalam merespons permasalahan timbulan sampah dengan memanfaatkan potensi sumberdaya lokal. Timbulan sampah merupakan permasalahan yang muncul seiring peningkatan jumlah penduduk. 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mencatat pada 2021, total timbulan sampah di Indonesia mencapai 21,88 juta ton. Dari angka itu, 40,4 persen merupakan jenis sampah organik. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile