Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor: Suami Seharusnya tidak Perhitungan kepada Istri

Kamis 06 Oct 2022 18:40 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah

Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor: Suami Seharusnya tidak Perhitungan kepada Istri

Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor: Suami Seharusnya tidak Perhitungan kepada Istri

Foto: AP/AP
Suami mesti mempertimbangkan istri yang melakukan lebih dari kewajibannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang suami tidak memberikan uang belanja kepada istri, bagaimana pandangan Islam? Pertanyaan seperti ini ditanyakan salah seorang jamaah kepada pengasuh Pondok Pesantren Nurul Iman Krejengan Probolinggo yang juga pimpinan Majelis Ahbaabul Musthofa Probolinggo, Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor.

Pertanyaan tersebut disampaikan dalam sebuah sesi tanya jawab yang disiarkan TV Al Wafa Tarim beberapa hari lalu. Habib Hasan mengatakan kewajiban suami bukanlah memberi uang. Melainkan mencukupi kebutuhan istri baik dengan cara memberikan uang untuk belanja, atau memberikan makanan secara langsung atau lainnya, yang terpenting mencukupi kebutuhan istri sesuai yang ditentukan oleh syariat.

Baca Juga

Memang dalam fiqih dijelaskan kewajiban suami memenuhi kebutuhan istri adalah sebanyak dua mud bila suami itu seorang yang kaya. Sedangkan bila suami itu miskin kewajibannya sebanyak 1,5 mud dengan lauk pauk seadanya dan memberikan baju dua kali pada musim panas dan dingin.

Akan tetapi, menurut Habib Hasan, hendaknya bagi suami tidak lantas memakai takaran tersebut tanpa mempertimbangkan aspek-aspek lainnya agar bisa memberikan kebutuhan bagi istri yang lebih. Habib Hasan mengatakan seorang suami harus dapat mempertimbangkan dengan melihat istri telah melaksanakan kewajibannya bahkan memberikan pelayanan kepada suami melebihi kewajibannya.

Sebab, menurut Habib Hasan, kewajiban istri sejatinya hanya melayani suami di kamar (berhubungan suami-istri). Namun istri mampu memberikan lebih seperti memasak, mencuci dan lainnya.  

"Ingat istri Anda tidak hanya memberikan kewajibannya. Istri Anda telah memberikan lebih dari kewajibannya. Istri Anda kewajibannya hanya melayani Anda di kamar. Tidak wajib mencuci pakaian, tak wajib membersihkan rumah, dan tak wajib memasak. Tapi apa yang mereka lakukan, mereka tak hanya melayani Anda di kamar. Mereka membersihkan rumah Anda, merawat anak Anda, tidakkah seperti itu pantas mendapatkan lebih dari haknya," kata Habib Hasan.

Habib Hasan mengatakan agar seorang suami tidak perhitungan kepada istrinya. Bahkan termasuk menghormati istri adalah dengan melebihkan pemberian kepada istri, termasuk dalam hal uang belanja dan lainnya. 

"Tidak menghormati istri kecuali orang yang terhormat. Maka lebihkan pemberiannya agar dia juga bisa menabung. Sehingga kalau mau beli apa-apa tidak minta kepada suami. Sebab terkadang istri itu malu untuk meminta," katanya. 

Baca juga : Soal Habib Luthfi, Ketua PCNU Karawang Minta Maaf ke FPI

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile