Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

16 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Salah Pilih Bantal Bisa Perpendek Harapan Hidup

Kamis 06 Oct 2022 19:50 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nur Aini

Bantal berkualitas (Ilustrasi) Kondisi bantal yang buruk bisa sangat mengganggu kualitas tidur di malam hari.

Bantal berkualitas (Ilustrasi) Kondisi bantal yang buruk bisa sangat mengganggu kualitas tidur di malam hari.

Foto: Needpix
Ada beberapa tanda yang bisa mengindikasikan bahwa bantal sudah perlu diganti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kondisi bantal yang buruk bisa sangat mengganggu kualitas tidur di malam hari. Buruknya kualitas tidur dapat memunculkan beragam masalah kesehatan yang berujung pada memendeknya harapan hidup.

Pakar tempat tidur dari Zinuk UK, Karen Yu, mengungkapkan bahwa bantal yang buruk dapat membuat orang-orang terbangun dari tidur di malam hari. Untuk jangka pendek, gangguan tidur ini bisa memicu timbulnya keluhan lelah dan lesu.

Baca Juga

Sedangkan dalam jangka panjang, Dr Linsday Browning mengatakan gangguan tidur bisa mempersulit otak, untuk memperbaiki tubuh di malam hari. Padahal, tidur merupakan momen di mana otak akan membersihkan diri dari plak-plak amyloid yang menumpuk. Dr Browning mengungkapkan bahwa penumpukan plak-plak tersebut bisa menyebabkan terjadinya penyakit Alzheimer.

"Tidur sangat penting untuk umur yang panjang. Saat kita tidur, otak kita secara fisik akan memperbaiki tubuh kita dan meregulasi hormon-hormon penting, yang mengontrol fungsi-fungsi di tubuh kita," ungkap Dr Browning.

Selain menjadi faktor risiko dari demensia, kurang tidur juga dapat memicu terjadinya kenaikan berat badan dan obesitas. Alasannya, kurang tidur membuat otak tak bisa meregulasi hormon-hormon yang mengontrol rasa lapar secara optimal.

Obesitas diketahui berkaitan dengan beragam risiko penyakit, mulai dari tekanan darah tinggi hingga kanker. Selain itu, tidur kurang dari tujuh jam per malam turut berkaitan dengan risiko kematian akibat semua penyebab yang lebih tinggi.

"Anda (yang tidur kurang dari tujuh jam per malam) lebih berisiko mengalami kematian akibat berbagai penyebab bila dibandingkan dengan orang-orang yang tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam," kata Dr Browning.

Selain mempengaruhi kesehatan fisik, gangguan tidur dan kurang tidur juga bisa berdampak signifikan pada kesehatan mental. Kurang tidur diketahui bisa meningkatkan risiko depresi dan kecemasan.

Perlukah mengganti bantal?

Yu mengungkapkan ada beberapa tanda yang bisa mengindikasikan bahwa bantal sudah perlu diganti. Salah satunya adalah munculnya keluhan leher kaku, sakit kepala, atau migrain saat bangun tidur.

Tanda berikutnya adalah bantal tak menunjukkan performa yang baik saat melalui tes lipatan. Untuk melakukan tes lipatan ini, coba lipat bantal menjadi dua dan tahan selama 30 detik. Bantal yang baik akan kembali ke bentuk normal setelah tekanan dilepaskan.

Bantal yang tak rata atau bergelombang, kehilangan keempukannya juga perlu diganti. Selain itu, bantal sebaiknya segera diganti bila sudah berbau. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile