Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

5 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Cerita Saksi Lihat Sejumlah Murid Berenang Sebelum Tembok Pembatas MTsN 19 Ambruk

Kamis 06 Oct 2022 20:10 WIB

Red: Andri Saubani

Seorang petugas mengamati ruang kelas saat banjir di MTsN 19 Jakarta, Pondok Labu, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Sebanyak tiga siswa meninggal tertimpa tembok yang roboh akibat terjangan banjir yang menggenangi sekolah tersebut.

Seorang petugas mengamati ruang kelas saat banjir di MTsN 19 Jakarta, Pondok Labu, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Sebanyak tiga siswa meninggal tertimpa tembok yang roboh akibat terjangan banjir yang menggenangi sekolah tersebut.

Foto: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
Musibah ambruknya tembok pembatasan madrasah merenggut tiga nyawa siswa.

REPUBLIKA.CO.ID, PONDOK LABU -- Seorang saksi mengungkapkan sejumlah murid berenang sebelum tembok pembatas Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19, Pondok Labu, Jakarta Selatan, ambruk pada Kamis sekitar pukul 14.50 WIB. Diketahui, musibah itu merenggut tiga nyawa siswa sekolah tersebut.

"Anak-anak berenang, saat itu sudah dilarang. Guru, karyawan dan guru piket sudah larang keras," kata seorang pramubakti MTsN 19 bernama Sri Yatini di Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Baca Juga

Dia menceritakan pada awalnya hujan rintik mulai turun, lalu anak-anak mulai keluar ruang sekolah untuk bermain air. Para guru memantau keadaan sekitar dan terlihat tidak ada masalah di kawasan sekolah maupun para murid yang bermain.

Sebelumnya, Sri menyebutkan sepekan lalu sekolah memang sempat banjir, namun tidak ada korban sehingga merasa aman. Dia tidak menyangka pada Kamis ini luapan banjir dari kawasan itu memakan korban.

"Begitu guru piket bilang 'anak-anak jangan berenang', saya tinggal ke ruang TU karena saya menyelamatkan barang dan air baru sedengkul," katanya.

Namun setelah memasuki ruangan, air menghantam kaca hingga pecah dan terasa seperti gempa. Sri mengaku trauma dengan kejadian tersebut lantaran dirinya terdorong air banjir saat menghadap posisi kiblat dan semua orang mengucapkan takbir.

"Guru keluar dari jendela, saya selamatkan kepala sekolah dengan mematahkan pintu. Saat itu air sudah sebatas dada," tuturnya.

Hujan deras yang berlangsung Kamis siang menyebabkan air masuk ke lapangan MTsN 19 Jakarta Selatan dan tembok pembatas roboh. Tembok itu menimpa tembok panggung tempat anak bermain. Akibatnya, tiga siswa wafat dan dua siswa dirawat.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile