Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Umur Panjang Tidak Menjamin Banyak Manfaat dan Amalnya

Kamis 06 Oct 2022 22:31 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

 Umur Panjang Tidak Menjamin Banyak Manfaat dan Amalnya. Foto:  Waktu Maghrib (ilustrasi)

Umur Panjang Tidak Menjamin Banyak Manfaat dan Amalnya. Foto: Waktu Maghrib (ilustrasi)

Foto: pxhere
Ada juga yang umurnya pendek tapi banyak manfaat dan amal baiknya.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menjelaskan bahwa ada orang yang umurnya panjang tapi sedikit manfaat dan amal baiknya, ada juga yang umurnya pendek tapi banyak manfaat dan amal baiknya. Umur panjang tidak menjamin banyak amal baiknya jika sebagian besar waktu hidupnya digunakan untuk kesia-sian dan kemaksiatan.

"Bisa jadi umur seseorang panjang, namun sedikit manfaatnya. Bisa jadi umur seseorang pendek, namun banyak manfaatnya." (Syekh Athaillah, Al-Hikam)

Baca Juga

Penyusun dan Penerjemah Al-Hikam D.A Pakih Sati Lc dalam buku Kitab Al-Hikam dan Penjelasannya yang diterbitkan penerbit Noktah tahun 2017 menjelaskan maksud Syekh Athaillah terkait umur panjang atau pendek yang banyak manfaatnya atau sedikit manfaatnya.

Terkadang, seseorang menyaksikan orang lain yang hidup puluhan tahun. Namun, tidak ada manfaat yang diberikan orang berumur panjang itu kepada orang lain, atau hanya sedikit amal ibadahnya kepada Allah SWT.

Sungguh merugi orang seperti itu, ia diberi kesempatan hidup yang lama atau panjang umur untuk mendapatkan pahala yang banyak. Akan tetapi, ia menyia-nyiakannya dan tidak mempergunakannya dengan sebaik-baiknya.

Ada juga di antara manusia yang umurnya pendek, namun manfaat yang diberikannya kepada orang lain sungguh luar biasa. Orang seperti ini akan terus diabadikan oleh sejarah dan tidak akan terlupakan. Sangat mungkin usia sejarahnya lebih panjang dari usia biologisnya.

Cobalah kalian perhatikan para Rasul, Nabi, shalihin, dan ulama. Banyak di antara mereka yang meninggal di usia muda, dan nama mereka masih terus dikenang sampai hari ini. Umur yang pendek tapi penuh manfaat, jauh lebih baik dari umur yang panjang tapi penuh maksiat.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile