Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

8 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kejaksaan Agung Periksa Susi Pudjiastuti Terkait Kasus Impor Garam

Jumat 07 Oct 2022 03:54 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti periode 2014-2019.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti periode 2014-2019.

Foto: Republika/Prayogi
Susi diperiksa terkait kasus 2018, ketika 21 perusahaan melakukan impor garam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejakgung) memeriksa Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi impor garam industri. Pemeriksaan dilakukan di gedung Jampidsud Kejakgung, Jumat (7/10/2022).

"Iya (diperiksa) sudah ada di Gedung Bundar," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung, Ketut Sumedana di Jakarta, Selatan, Jumat.

Ketut mengatakan, perihal pemeriksaan Susi sebagai saksi perkara impor garam akan disampaikan keterangan lengkapnya oleh Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kuntadi di Gedung Bundar, usai sholat Jumat. "Nanti Dirdik doorstop," kata Ketut.

Baca juga : Disfungsi Ereksi Bisa Jadi Pertanda Kanker Prostat

Susi tiba di Gedung Bundar sekitar pukul 09.00 WIB didampingi pengacaranya. Posisi kasus terjadi pada 2018, ketika terdapat 21 perusahaan importir garam yang mendapat kuota persetujuan impor garam industri sebanyak 3.770.346 ton atau dengan nilai sebesar Rp 2 triliun tanpa memperhitungkan stok garam lokal dan stok garam industri yang tersedia.

Sehingga, keputusan itu mengakibatkan garam industri melimpah. Para importir kemudian mengalihkan secara melawan hukum peruntukan garam industri menjadi garam konsumsi dengan perbandingan harga yang cukup tinggi, yang dampaknya mengakibatkan kerugian bagi petani garam lokal dan kerugian perekenomian negara.

Kejakgung belum menetapkan tersangka dalam perkara itu. Begitu pula dengan kerugian negara sedang dilakukan perhitungan oleh penyidik.

Baca juga : Mabesad Selidiki Diduga Personel TNI AD Pemukul Petugas Gudang Shopee

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile