Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menimbang Komentar Kapolri dan Mahfud: Akankah Ada Tersangka Baru Tragedi Kanjuruhan?

Jumat 07 Oct 2022 09:55 WIB

Red: Andri Saubani

Sejumlah umat lintas agama melaksanakan doa bersama di Halaman Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (7/10/2022). Kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan para korban tragedi Kanjuruhan.

Sejumlah umat lintas agama melaksanakan doa bersama di Halaman Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (7/10/2022). Kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan para korban tragedi Kanjuruhan.

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Mahfud menyebut tidak akan mendorong ditetapkannya tersangka baru tragedi Kanjuruhan.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Wilda Fizriyani, Dadang Kurnia, Flori Sidebag, Amri Amrullah

Pada Kamis (6/10/2022) malam, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Malang, Jawa Timur mengumumkan enam tersangka tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang. 

Baca Juga

Menurut Kapolri, timnya akan terus bekerja maksimal. Sebab itu, dia berpendapat kemungkinan akan ada penambahan pelaku apakah itu pelaku pelanggar etik, maupun terkait pelanggaran pidana.

"Jadi kemungkinan masih bisa bertambah dan tim masih terus bekerja," kata Sigit.

Pada Jumat (7/10/2022), Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan, tim penyidik memeriksa tiga saksi tambahan terkait kasus kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 131 orang. Ketiga saksi yang diperiksa adalah Kasubbag Sapras Dispora Kabupaten Malang, Sekretaris Umum Arema FC, dan anggota Polres Malang.

Dedi menjelaskan, keterangan tiga saksi yang diperiksa sangat dibutuhkan untuk melengkapi pemberkasan enam orang yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka. Nantinya, kata Dedi, keenam tersangka tersebut juga akan diperiksa dalam rangka penyidikan. 

"Tim juga melakukan persiapan menyiapkan pemanggilan enam tersangka. Akan dilaksanakan pemeriksaan tambahan minggu depan," kata Dedi di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (7/10/2022).

Hingga kini, sambung Dedi, para tersangka tragedi Kanjuruhan masih belum ditahan. Namun demikian, pihaknya telah menyiapkan langkah teknis seperti pencekalan, supaya para tersangka tidak ada yang melarikan diri ke luar negeri. 

"Belum (ditahan), Minggu depan diperiksa kembali, dipanggil kembali. Langkah-langkah teknis sudah diterapkan (agar tidak kabur)" ujarnya.

Enam tersangka yang sudah ditetapkan adalah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru AHL, Ketua Panitia Pelaksana Arema FC AH, Security Officer SS. Dari pihak kepolisian tersangka yang ditetapkan adalah Kabagops Polres Malang WS, Danki 3 Brimob Polda Jawa Timur H, dan Kasat Samapta Polres Malang BSA.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile