Rabu 26 Oct 2022 12:05 WIB

PHM Dukung Penambahan Produksi Migas Nasional Melalui Produksi Gas Lapangan Sisi Nubi

Lapangan Sisi Nubi mengalami kenaikan produksi ke level 160 juta standar kaki kubik

Red: Gita Amanda
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang termasuk dalam Zona 8 Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina berhasil meningkatkan kontribusi terhadap capaian produksi gas nasional melalui Lapangan Offshore Sisi Nubi yang mengalami kenaikan produksi ke level 160 MMscfd (juta standar kaki kubik) pada tanggal 20 Oktober 2022.
Foto: Pertamina
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang termasuk dalam Zona 8 Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina berhasil meningkatkan kontribusi terhadap capaian produksi gas nasional melalui Lapangan Offshore Sisi Nubi yang mengalami kenaikan produksi ke level 160 MMscfd (juta standar kaki kubik) pada tanggal 20 Oktober 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang termasuk dalam Zona 8 Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina berhasil meningkatkan kontribusi terhadap capaian produksi gas nasional melalui Lapangan Offshore Sisi Nubi yang mengalami kenaikan produksi ke level 160 MMscfd (juta standar kaki kubik) pada tanggal 20 Oktober 2022. Sebelumnya, lapangan Sisi Nubi mengalami fase declining sampai pada level 60 MMscfd pada Juli 2020.

Saat ini, Lapangan Sisi Nubi berkontribusi sebesar hampir 30 persen produksi gas dari Wilayah Kerja (WK) Mahakam, dimana sebelumnya pencapaian tertinggi diraih pada bulan November 2019.

Baca Juga

General Manager PHM, Krisna, menyampaikan bahwa keberhasilan peningkatan produksi gas PHM sebagai dampak positif dari insentif migas yang telah diberikan oleh pemerintah kepada PHM pada tahun 2021, berupa percepatan depresiasi dan pembebasan PPN, sehingga PHM dapat membangun tambahan anjungan serta melakukan pengeboran sumur baru yang lebih banyak untuk mendukung peningkatan produksi.

“Kami menerapkan praktik pengeboran yang lebih efektif, efisien, dan cepat dalam menemukan sumber daya migas baru dari kegiatan eksplorasi maupun pengembangan (eksploitasi). Pencapaian ini merupakan realisasi program kerja Perusahaan yang didukung adanya persetujuan insentif migas dari pemerintah,” ujar Krisna.