Rabu 09 Nov 2022 01:22 WIB

Kemenperin Gandeng Industri Terapkan Pendidikan Vokasi Sistem Ganda

Kebutuhan tenaga kerja sektor industri diprediksi akan terus naik.

Red: Hiru Muhammad
Peserta mengikuti pendidikan dan pelatihan kerja di bidang menjahit di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK), Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (11/8/2022). Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengalokasikan anggaran sebesar Rp91,1 miliar untuk program pendidikan dan pelatihan vokasi (PPPV) tahun 2022 yang bertujuan untuk menyediakan tenaga kerja yang kompeten, produktif dan berdaya saing.
Foto: ANTARA/Makna Zaezar
Peserta mengikuti pendidikan dan pelatihan kerja di bidang menjahit di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK), Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (11/8/2022). Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengalokasikan anggaran sebesar Rp91,1 miliar untuk program pendidikan dan pelatihan vokasi (PPPV) tahun 2022 yang bertujuan untuk menyediakan tenaga kerja yang kompeten, produktif dan berdaya saing.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kementerian Perindustrian menggandeng industri untuk menerapkan pendidikan vokasi model dual system atau sistem ganda dalam rangka mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, yang diharapkan langsung terserap di sektor industri sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini.

Kebutuhan tenaga kerja sektor industri diprediksi akan terus naik. Pada 2024, kebutuhan tenaga kerja sektor industri diperkirakan sebesar 20,21 juta orang, atau bertambah rata-rata sekitar 682 ribu pekerja per tahun selama periode 2021-2024,? kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Arus Gunawan lewat keterangannya di Jakarta, Selasa (8/11/2022).

Baca Juga

Untuk membantu menjembatani kebutuhan SDM industri yang kompeten, BPSDMI Kemenperin terus mencetak tenaga kerja industri baru melalui unit pendidikan binaannya yang telah menerapkan model dual system, yang mengakomodasi siswa untuk belajar bukan hanya di kelas, namun juga langsung di industri.

"Dual System diharap mampu memberikan manfaat kepada perusahaan, seperti mendapatkan tenaga kerja yang ready to work dengan pola magang kerja di tahun ke-4 selama dua semester, ketersediaan tenaga kerja yang continuable, serta dapat mengurangi waktu dan biaya seperti rekrutmen dan training untuk tenaga kerja baru bagi industri,"papar Arus.

BPSDMI Kemenperin memberikan apresiasi kepada unit pendidikan vokasi binaannya yang gencar menggandeng sektor industri di wilayahnya. Beberapa waktu lalu, misalnya, SMK-SMTI Yogyakarta rutin menyelenggarakan kegiatan temu industri.

Kepala Sekolah SMK-SMTI Yogyakarta RR Ening Kaekasiwi menyampaikan, kegiatan temu industri (Industrial Meeting) itu dirasa efektif untuk menjalin, memperkuat, serta memperluas kerja sama dengan industri.

"Masukan-masukan konstruktif yangdiberikan mitra industri adalah modal utama bagi SMK-SMTI Yogyakarta untuk terus melakukan perbaikan dalam merancang pendidikan vokasi yang benar-benar link and match dengan kebutuhan industri," tutur

Ening menegaskan,penerapan model pendidikan sistem ganda (dual system) bisa berjalan dengan baik, sekolah-sekolah Kemenperin terus untuk bekerja sama dengan sejumlah sektor industri.

"Seperti yang kami lakukan melalui temu industri bertajuk Sharing Implementasi Dual System dengan Industri Area Jawa Tengah yang pada 2-4 November 2022," ujarnya.

Industri yang terlibat dalam kegiatan tersebut, antara lain PT Air Mancur, PT Cahaya Gunung Foods, PT Pan Brothers, PT Pura Barutama Kudus, PT Pura Nusa Persada, PT Nippon Indosari, PT Tirta Investama, PT Indo Acidatama, dan PT Sari Warna Asli Textile.

Kemudian, PT Wastec International, PT Marimas Putera Kencana, PT Asia Pasific Fibers, PT So Good Food Dairy, PT Semarang Indo Herbal Indoplant, PT Phapros, dan PT GS Battery Plant Semarang.

Dari hasil pertemuan, kerja sama yang terjalin antara industri dengan SMK-SMTI Yogyakarta di antaranya Prakerin (Praktik Kerja Industri) dan OJT (On the Job Training) bagi siswa di industri tersebut. Prakerin dan OJT dapat diperuntukan bagi tiga jurusan di SMK SMTI Yogyakarta, yaitu Kimia Analisis, Teknik Kimia, dan Teknik Mekatronika.

"Dalam pertemuan tersebut industri juga memberi beberapa masukan kepada SMK SMTI Yogyakarta agar senantiasa memenuhi kebutuhan Industri dengan mencetak lulusan yang berkualitas, di antaranya memiliki kemampuan berbahasa Inggris terkait Industri yang baik, memiliki mental kuat dan berbagai softskill yang dibutuhkan di industri," ujar Ening.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement