Selasa 29 Nov 2022 07:15 WIB

Tawakal yang Sebenarnya akan Mendatangkan Rezeki

Tawakal adalah kesadaran hati bahwa rezeki datangnya dari Allah SWT. .

Rep: Ali Yusuf/ Red: Ani Nursalikah
...
Foto: Republika.co.id
Tawakal yang Sebenarnya akan Mendatangkan Rezeki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muslim yang percaya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, tidak perlu khawatir tentang urusan perkara dunia (rezeki). Orang yang beriman cukuplah bertaqwa kepada Allah tanpa memikirkan urusan rezeki yang berlebihan.

"Sebenarnya rezeki itu menjadi cukup dengan tawakal. Engkau dianjurkan untuk bertawakal kepada Allah pada sumber-sumber rezeki dan semua kebutuhan dunia," tulis Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Minhajul Abidin. 

Baca Juga

Imam Ghazali menyampaikan tawakal adalah kepasrahan hati secara totalitas kepada Allah, mengeyampingkan selain Allah. Tawakal adalah rasa keterpaduan hati seorang hamba kepada Allah pada hal-hal positif serta meninggalkan ketergantungan kepada selain Allah.

Dan berkata Syaikh Al-Imam Abu Umar rahihumulllah. "Tawakal dan ta'alluq adalah dua sifat hati. Tawakal lawan dari kata ta'aluq."

Tawakal adalah kesadaran hati bahwa rezeki untuk kekuatan badan datangnya dari Allah SWT. Sedangkan ta'aluq adalah kebalikannya bahwa rezeki untuk kekuatan badan datangnya dari selain Allah. 

Menurut Imam Ghazali, antara tawakal dan ta'aluq berasal dari asal yang satu yaitu meyakinkan dalam hati bahwa rezeki untuk kekuatan badan dan berkecukupannya kebutuhan datangnya hanya dari Allah SWT bukan dari selain Allah, juga bukan dari proses harta dunia bukan pula dari sebab-sebab tertentu. 

Jika Allah berkehendak datangnya rezeki dengan perantara sebab-sebab tertentu atau dengan proses alam maka Allah akan mengijinkan perantara tersebut. Dan jika tidak menggunakan perantara tersebut, maka Allah pun akan mendatangkan rezeki dengan qudratnya kemampuannya. 

Imam Ghazali mengatakan jika keyakinan itu tertanam dan terpatri dalam hati, hati kalian menjadi tenang dan menjadikan kita tidak tergantung dengan bantuan makhluk segala yang diciptakan Allah. "Dan inilah sesungguhnya yang dimaksud dengan tawakal," katanya.

Adapun benteng tawakal yang mendorong terwujudnya tawakal yang sesungguhnya adalah dengan mengingat-ingat akan jaminan dari perlindungan Allah, mengingat-ingat akan keagungan dan kesempurnaan Allah, ilmu-Nya, kudrat-Nya. Maha Suci Allah dari sifat tidak sempurna syahwat, ketidakmampuan. 

"Apabila manusia selalu menekuni zikir akan keagungan Allah seperti tersebut di atas, makan zikir itu akan mengantarkannya kepada tawakal yang sesungguhnya dalam urusan rezeki," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement