Selasa 06 Dec 2022 14:33 WIB

Belanja Pemerintah, Jokowi: Beli Produk Dalam Negeri Wajib tak Bisa Ditawar

Jokowi mengingatkan jajarannya agar tidak terjebak pada rutinitas..

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah
...
Foto: tangkapan layar
Presiden Joko Widodo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan terkait pentingnya peningkatan konsumsi di tengah situasi ekonomi dunia yang sedang bergejolak saat ini. Jokowi meminta agar belanja pemerintah, baik APBN, APBD, dan juga BUMN harus dilakukan untuk menaikkan konsumsi masyarakat. 

Karena itu, pembelian dan belanja produk-produk dalam negeri oleh pemerintah menjadi suatu keharusan. Hal ini disampaikan Jokowi dalam sambutannya di Sidang Kabinet Paripurna tentang kondisi perekonomian tahun 2023, evaluasi penanganan Covid-19, ketahanan pangan, dan energi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/12).

Baca Juga

“Yang berkaitan dengan peningkatan konsumsi. Terutama yang berkaitan dengan belanja-belanja dari pemerintah, belanja APBN, belanja APBD, belanja BUMN harus diikuti dikontrol agar bisa menaikkan konsumsi masyarakat. Sehingga yang namanya pembelian produk-produk dalam negeri itu wajib. Tidak bisa ditawar lagi,” jelas Jokowi.

Jokowi juga meminta seluruh kementerian segera merealisasikan belanja modal dan belanja sosial di awal tahun. Realisasi belanja kementerian ini harus dikawal secara detil. Karena itu, ia mengingatkan agar jajarannya tidak terjebak pada rutinitas.

Terkait pengendalian inflasi, Jokowi meminta menteri dalam negeri menyampaikan kepada kepala daerah untuk melakukan berbagai upaya mengendalikan inflasi di wilayahnya. Jokowi pun yakin angka inflasi akan terus menurun. 

“Ini sudah dilakukan tapi ada beberapa daerah yang belum memberikan peringatan dan ini kelihatan sekali inflasi dari 3 bulan yang lalu 5,9. Kemarin turun ke 5,7, kemarin turun ke 5,4. Ini artinya daerah sudah melakukan tetapi bisa, masih diberikan peringatan lagi agar semua melakukan,” tambah dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement