Rabu 07 Dec 2022 13:27 WIB

Ikuti Pameran Food Africa 2022, Kemendag Bidik Timur Tengah dan Afrika Utara

Partisipasi Indonesia pada Food Africa 2022 merupakan komitmen nyata Kemendag.

Red: Gita Amanda
...
Foto: Kemendag
Pameran dagang berskala global Food Africa ke-7 yang diselenggarakan pada 5-8 Desember 2022 di Egypt International Exhibitions Center, Kairo, Mesir.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya memperluas pangsa pasar produk makanan dan minuman (mamin) di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Salah satunya dengan berpartisipasi pada pameran dagang berskala global Food Africa ke-7 yang diselenggarakan pada 5-8 Desember 2022 di Egypt International Exhibitions Center, Kairo, Mesir.

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bekerja sama dengan KBRI Kairo memfasilitasi sembilan pelaku usaha Indonesia untuk memamerkan dan mempromosikan produk-produknya kepada calon buyer potensial di negara akreditasi. Paviliun Indonesia yang mengusung tema Merah-Putih menampilkan produk rempah dan bumbu masakan, kopi, makanan olahan, minuman kemasan, serta olahan kelapa sawit.

Baca Juga

Paviliun Indonesia juga dikunjungi oleh Menteri Perdagangan dan Perindustrian Republik Mesir Ahmed Samir, Menteri Perdagangan Dalam Negeri Republik Mesir Ali Moselhi, Menteri Pariwisata dan Produk Antik Republik Mesir Ahmed Issa, serta Ketua Egyptian-Indonesian Business Council (EIBC) Sherif el Gabali.

“Mesir mitra dagang yang penting bagi Indonesia. Total perdagangan Indonesia-Mesir tahun 2021 tercatat 1,86 miliar dolar AS atau tumbuh 57,6 persen meski di tengah pandemi Covid-19. Partisipasi Indonesia pada Food Africa 2022 bukan sekedar membuka akses pasar ekspor bagi pelaku bisnis, tapi sekaligus sebagai upaya memperkuat hubungan dagang kedua negara,” kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Direktur Jenderal PEN Didi Sumedi menyampaikan, partisipasi Indonesia pada Food Africa 2022 merupakan komitmen nyata Kemendag mengekspansi pangsa pasar ekspor ke negaranegara nontradisional. Selain itu, penyelenggaraan Food Africa 2022 bertujuan memenuhi kebutuhan produk mamin di pasar setempat yang terus melonjak.

“Beberapa faktor pemicu lonjakan tersebut antara lain demografi yang semakin padat dengan pertambahan populasi 2,3 persen─2,5 persen per tahun; peningkatan pendapatan penduduk yang sekitar 30 persennya dibelanjakan untuk kebutuhan makanan; serta pesatnya penambahan pusat-pusat perbelanjaan, hotel, dan restoran termasuk kedai cepat saji,” ujar Didi.

Adapun perusahaan Indonesia yang mengikuti pameran yaitu PT Selaras Rasakoe Indonesia untuk produk rempah dan bumbu; PT Mandala Prima Makmur/Prospero Food (cokelat dan kopi); AK Goldenesia (CPO dan turunannya); PT Sumber Kopi Prima (kopi instan Caffino); PT Alam Scientia Asia (bumbu/seasoning & condiment); Nusako - PT Jagad Kelapa Nusantara (minuman air kelapa); PT Chita Agri Indonesia (kopi, kelor, dan jagung); PT International Niaga Globalindo (cokelat dan kopi); serta PT Ikafood Putramas (bumbu/seasoning).

Didi juga menyampaikan, partisipasi perusahaan Indonesia diharapkan dapat meningkatkan ekspor makanan olahan Indonesia ke Mesir. Pada periode Januari─September 2022, nilai ekspor makanan olahan Indonesia ke Mesir sudah membukukan transaksi sebesar 16,46 juta dolar AS.

Sementara pada 2021, ekspor komoditas tersebut tercatat sebesar 25,82 juta dolar AS. Selain Mesir, lanjut Didi, partisipasi Indonesia pada Food Africa 2022 juga ditargetkan dapat menembus pasar ekspor lainnya di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Untuk wilayah Timur Tengah, nilai ekspor makanan olahan Indonesia pada periode Januari─September 2022 sebesar 244,75 juta dolar AS dan pada 2021 mencapai 275,23 juta dolar AS. Sedangkan untuk pasar Afrika, nilai ekspornya pada periode Januari─September 2022 sebesar 129,01 juta dolar AS dan sepanjang 2021 tercatat sebesar 158,81 juta dolar AS.

Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf yang turut hadir saat meresmikan Paviliun Indonesia menyampaikan, segmen pasar produk Indonesia di Mesir adalah industri pengolahan setempat yang membutuhkan bahan baku setengah jadi dari pelaku usaha di Indonesia. “Kami optimistis Paviliun Indonesia pada Food Africa 2022 akan semakin membuka peluang pasar ekspor nonmigas Indonesia ke Mesir, terutama komoditas CPO, rempah, bumbu masakan, kopi, coklat, makanan dan minuman, serta turunan produk agro,” ujar Lutfi, dalam siaran persnya.

Menurut Lutfi, optimisme keberhasilan Paviliun Indonesia juga didasarkan pada fakta menguatnya

hubungan dagang Indonesia-Mesir yang ditandai dengan melonjaknya transaksi perdagangan bilateral sebesar 56 persen pada tahun 2021. “Faktor pendorongnya adalah pertumbuhan populasi Mesir yang kini mencapai lebih dari 110 juta jiwa dan pandemi yang semakin terkendali. Selain itu, jalur perdagangan Terusan Suez juga menjadikan Mesir sebagai hub menuju negara-negara lain di

kawasan Teluk, Afrika, dan Timur Tengah,” tambahnya.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Merry Maryati menuturkan, Indonesia merupakan salah satu dari 19 negara yang berpartisipasi pada Food Africa 2021 dengan total peserta sebanyak 442 perusahaan. Pameran ini ditargetkan dikunjungi lebih banyak buyer dan investor dibandingkan tahun lalu yang tercatat 16.233 orang dari 32 negara.

Seperti penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, lanjut Merry, pameran Food Africa 2022 menyuguhkan rangkaian kegiatan pendukung seperti penjajakan kesepakatan dagang (business matching), konferensi, dan demo resep masakan. Pameran ini juga dilaksanakan bersamaan dengan pameran lain seperti Pacprocess, Dates Africa, Seafood Africa, Fresh Africa, dan Ingredients Africa.

“Sinergitas Food Africa 2022 dengan beberapa aktivitas lainnya menjadikan pameran ini layak untuk diikuti pelaku usaha Indonesia yang berorientasi ekspor. Untuk itu, Ditjen PEN Kemendag memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal agar dapat membangun jejaring bisnis dengan dunia usaha kuliner di Mesir dan kawasan sekitarnya melalui Food Africa 2022,” ungkap Merry.

Dengan tema Merah-Putih dan lokasi yang strategis, lanjut Merry, diharapkan dapat mempermudah para buyer menemukan Paviliun Indonesia untuk menggali informasi tentang produk-produk Indonesia. “Paviliun Indonesia berada di persimpangan jalur pengunjung. Lokasi ini dirancang agar dapat menarik perhatian sebanyak mungkin pengunjung. Selain itu, tata letak produk-produk juga akan didesain menarik di area Paviliun Indonesia seluas 54 meter persegi. Paviliun Indonesia bersebelahan dengan stan dari negara Jerman, Thailand, dan Turki,” kata Merry.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement