Rabu 07 Dec 2022 14:10 WIB

Ini 11 Program Intervensi Kemenkes demi Kejar Target Penurunan Stunting 

Dengan pendekatan spesifik diharapkan bahwa penurunan stunting bisa terjadi. .

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Dwi Murdaningsih
...
Foto: Republika/Mardiah
ilustrasi Stunting

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan pemerintah mentargetkan kasus stunting turun hingga 14 persen di tahun 2024. Untuk mengejar target tersebut, Kemenkes melakukan intervensi dengan pendekatan gizi spesifik.

 

Baca Juga

"Pendekatan gizi spesifik ini berkaitan dengan evaluasi dan pendekatan masalah gizi pada sasaran intervensi yang diberikan kepada 1000 Hari Pertama Kehidupan, bayi, anak, remaja putri, calon pengantin, ibu hamil dan ibu melahirkan,” ujar Prof. Dante di acara Forum Nasional Stunting 2022 di Jakarta, Selasa (6/12/2022).

 

Dengan pendekatan spesifik ini diharapkan bahwa penurunan stunting bisa terjadi. Pendekatan spesifik dilakukan untuk melihat faktor risiko kemungkinan stunting di kemudian hari dan dilakukan intervensi di sektor kesehatan.

Sementara intervensi sensitif dilakukan melalui berbagai kerjasama lintas sektor dan menyasar pada kelompok umum.

 

Penguatan intervensi spesifik dalam percepatan stunting yang akan dikejar menjadi 14 persen pada tahun 2024. Strategi percepatan stunting menjadi agenda yang kuat dalam melakukan percepatan intervensi spesifik

 

"Kita punya waktu hanya 2 tahun lagi sebelum akhirnya kita mencapai target stunting menjadi 14 persen di 2024," ucap Prof. Dante.

 

Kemenkes telah memetakan ada 12 provinsi prioritas stunting yang telah mencapai penurunan yang signifikan. Tetapi ada 7 provinsi yang masih tinggi proyeksi stunting-nya dan ini membutuhkan estimasi jumlah kasus stunting per provinsi yang lebih spesifik dan lebih real datanya.

 

Intervensi spesifik stunting yang diperlukan dilakukan sebelum dan setelah kelahiran. Sebelum kelahiran sekitar 23 persen anak yang baru lahir yang kondisinya sudah stunted akibat ibu hamil sejak masa remaja kurang gizi dan anemia.

Setelah lahir angka stunting meningkat signifikan pada usia 6-23 bulan sebesar 1,8 kali menjadi 37 persen dikarenakan kurangnya asupan protein serta pola pengasuhan makanan yang tidak tepat.

 

"Jadi masalah ibu menjadi masalah yang juga penting untuk menurunkan angka stunting," ucap Prof. Dante.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement