REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pendarat InSight Mars milik Badan Antariksa Amerika (NASA) sepertinya mengirimkan foto terakhir di planet itu sebelum kehabisan daya.
“Kekuatan saya sangat rendah, jadi ini mungkin gambar terakhir yang bisa saya kirim,” tulis NASA sebagai pendarat InSight saat berbagi gambar di Twitter, Senin (19/12/2022), dilansir dari Space, Selasa (20/12/2022).
Dalam unggahan blog pada 19 Desember, NASA mengumumkan bahwa InSight gagal menanggapi komunikasi dari Bumi. Ilmuwan mengasumsikan wahana tersebut mungkin telah mencapai akhir operasinya. Selama berbulan-bulan pendarat telah kekurangan daya karena susunan surya dilapisi debu-debu Mars.
NASA meluncurkan InSight pendarat Mars (Interior Exploration using Seismic Investigations, Geodesy and Heat Transport) pada Mei 2018. InSignt mendarat di Mars di dataran Elysium Planitia pada November 2018.
My power’s really low, so this may be the last image I can send. Don’t worry about me though: my time here has been both productive and serene. If I can keep talking to my mission team, I will – but I’ll be signing off here soon. Thanks for staying with me. pic.twitter.com/wkYKww15kQ
— NASA InSight (@NASAInSight) December 19, 2022
Misi InSight sangat ambisius yakni untuk memahami bagian dalam Mars. InSight berhasil melacak gempa mars. Para ilmuwan bahkan minggu ini mengumumkan deteksi gempa terbesarnya di Mars. InSight telah mendeteksi lebih dari 1.300 gempa mars sejak diluncurkan pada 2018.
Namun selama empat tahun terakhir, debu menumpuk di susunan surya pendarat yang besar dan bulat. Hal ini membatasi jumlah daya yang dapat dihasilkan InSight dari waktu ke waktu.
InSight menyelesaikan misi dua tahun utamanya pada 2020. NASA memberikan perpanjangan hingga Desember 2022 jika pendarat dapat hidup selama itu. Pendarat sekarang hanya menghasilkan 20 persen tenaga yang dimilikinya.
Bulan lalu, NASA memberi pendarat InSight hanya beberapa pekan untuk hidup di Mars.