Bantu TPST, Mahasiswa UB Ciptakan Sistem Pengolahan Sampah Organik

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan sistem pengelohan sampah organik dan monitoring kandang lalat BSF bernama Ormnicro. Alat ini bertujuan membantu TPST untuk dapat mengolah sampah organik lebih mudah dan bermanfaat.
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan sistem pengelohan sampah organik dan monitoring kandang lalat BSF bernama Ormnicro. Alat ini bertujuan membantu TPST untuk dapat mengolah sampah organik lebih mudah dan bermanfaat. | Foto: dok. Humas UB

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan sistem pengolahan sampah organik dan monitoring kandang lalat BSF bernama Ormnicro. Alat ini bertujuan membantu TPST untuk dapat mengolah sampah organik lebih mudah dan bermanfaat yang hasil pengolahan sampahnya dapat bernilai ekonomis.

Adapun kelompok tersebut terdiri atas Shafina Rifdhayanti Zein, Charis Maulana, Akhdan Zaim, Ridho Firmansyah, dan Aulia Angkasa. Dengan nama TIM Re-Techno Brawijaya yang dibimbing oleh Eka Maulana dari Fakultas Teknik (FT) ini membuat inovasi pada mesin pencacah sampah organik dan sistem monitoring kandang lalat BSF.

Dengan alat ini nantinya dapat mendukung perkembangan dan produksi maggot yang ada di TPST Tumpang Lestari semakin maksimal dan efisien. Peningkatan kesadaran akan pengelolaan sampah yang menumpuk menjadi inspirasi bagi sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya.

Kelompok ini membuat alat pengolah sampah organik dan alat monitoring kendang lalat BSF bernama Ormnicro dengan menjalin kerja sama dengan TPST Tumpang Lestari . Alat ini dapat membantu TPST untuk dapat mengolah sampah organik lebih mudah dan bermanfaat yang di mana nantinya hasil pengolahan sampah dapat bernilai ekonomis.

Shafina mengatakan, fokus pembuatan alat ini dari awal memang  ditujukan untuk kepedulian lingkungan. Kemudian juga bertujuan untuk bagaimana mengubah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis. "Dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar khususnya TPST Tumpang Lestari," kata dia.

ORMNicro merupakan sistem pengolahan sampah organik dan sistem monitoring kandang lalat BSF yang terintegrasi Internet of Things (IoT). ORMNicro juga dilengkapi dengan mesin pencacah sampah organik yang hasilnya dapat diatur tekstur halus atau kasarnya.

Hal ini menyesuaikan ukuran mulut dan sistem makan maggot bayi sampai menjadi dewasa. Pembuatan saringan yang diklasifikasikan menjadi tiga jenis bertujuan untuk mengatur halus kasarnya tekstur hasil cacahan sampah organik sebagai pakan maggot.

Selain pencacah, tim juga melengkapi sistem pengolahan sampah organik ini dengan peniris yang nantinya dapat mengurangi kadar air pada pakan maggot. "Dan dapat menghasilkan pupuk cair dari air bekas peniris sampah organik tersebut," ujarnya.

Menurut dia, kombinasi alat pencacah dan peniris (spinner) dapat menjadi jawaban bagi pembudidaya maggot yang ada di TPST Tumpang Lestari. Pasalnya, pembudi daya di tempat tersebut adao kesulitan untuk mengatur tekstur dan kandungan air pada pakan maggot.

Perkembangan pada kandang lalat BSF adalah pembuatan sistem monitoring keadaan kandang. Hal ini bertujuan agar dapat membantu pembudidaya lalat BSF dalam meningkatkan perkembangan dan reproduksi lalat BSF melalui beberapa sensor dan actuator yang sudah dipasang di kandang lalat BSF.

Sistem pada kadang lalat BSF ini sudah terintegrasi IoT sehingga data dapat diakses secara real time melalui ponsel. Secara komersil, Ormnicro dapat dikomersilkan secara luas khususnya bagi masyarakat yang berkerja sebagai pembudidaya maggot.

Alat itu juga bisa digunakan di beberapa TPST 3R yang ada di Indonesia. "Ini bisa dilakukan sebagai sebuah inovasi sistem pengolahan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis," jelasnya.

Inovasi ini berhasil meraih predikat Juara I PLN ICE yang termasuk rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Listrik Nasional. Tim Re-Techno Brawijaya berhasil memperoleh pendanaan untuk merampungkan penelitian dan uji tahap akhir, setelah bersaing dengan 400 tim inventor se-Indonesia.

Terkait


Mahasiswa UB Ciptakan Permen Vitamin Rambut dari Daun Kelor

Mahasiswa UB Temukan Alat Tes Cepat Infeksi Pneumonia

Mahasiswa UB Ciptakan Detergen dari Cangkang Kerang Lokan

UB: Mahasiswa yang Ditangkap Densus 88 Tergolong Cerdas 

Universitas Brawijaya Prihatin Mahasiswanya Ada yang Ditangkap Densus 88

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark