Selasa 03 Jan 2023 08:28 WIB

Sandiaga: Pencabutan PPKM Berdampak Signifikan Terhadap Kunjungan Wisata

Pencabutan kebijakan PPKM memberikan dampak signifikan di destinasi unggulan.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ahmad Fikri Noor
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno saat menyambut kedatangan wisatawan mancanegara di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Ahad (1/1/2023) dini hari. Pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memberikan dampak yang signifikan terhadap penyelenggaraan kegiatan di beberapa destinasi wisata unggulan.
Foto: dok. Kemenparekraf
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno saat menyambut kedatangan wisatawan mancanegara di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Ahad (1/1/2023) dini hari. Pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memberikan dampak yang signifikan terhadap penyelenggaraan kegiatan di beberapa destinasi wisata unggulan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memberikan dampak yang signifikan terhadap penyelenggaraan kegiatan di beberapa destinasi wisata unggulan. Sejumlah kegiatan yang diselenggarakan seperti konser pun telah dipadati oleh pengunjung.

"(Dampaknya) sangat terlihat. Kemarin, konser di Labuan Bajo itu full 6.000 yang berpartisipasi dan hampir setiap kegiatan di destinasi unggulan, Bali dan lima destinasi superprioritas lain dipadati dan tidak ada keraguan lagi," ujar Sandiaga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (2/1/2023).

Baca Juga

Menurut Sandiaga, momentum pemulihan ekonomi pasca-pencabutan kebijakan PPKM ini harus terus dijaga. Salah satunya dengan menambah kapasitas jumlah penerbangan dan juga ketersediaan kursi. Selain itu, ia juga menekankan perlunya meningkatkan konektivitas sehingga transportasi bisa berjalan lancar.

"Ini yang perlu kita jaga momentum pemulihan ini. Dengan menambah kapasitas jumlah penerbangan dan ketersediaan kursi dan juga dari segi keandalan dari segi transportasi agar konektivitas terus bisa kita tingkatkan," ujar dia.