Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tak pernah lelah memoles Kecamatan Tanara sebagai kawasan wisata religi Syeikh Nawawi Albantani. Itu sebabnya Pemkab Serang menggelar Festival Kebudayaan Tanara. Festival ini mulai dihelat hari ini.
Menurut Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Tanara punya sejarah, untuk diangkat menjadi daerah wisata religi. Nilai historis itu, cerita Tatu, karena punya nama besar Syeikh Nawawi Al Bantani. "Ini yang akan kita angkat,” tuturnya.
Untuk mengembangkan wisata religi, cerita Tatu, Pemkab Serang menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), juga perguruan tinggi yang ada di Provinsi Banten.
Arie Sujito, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UGM mengapresiasi langkah yang ditempuh Pemkab Serang yang telah melibatkan UGM dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. "Saya ucapkan terima kasih atas upaya Pemerintah Kabupaten Serang untuk terus bersinergi dengan perguruan tinggi,” ujarnya.
Kabupaten Serang, menurut Arie, punya sumber daya yang luar biasa. "Kami ingin menguatkan kolaborasi, dan menguatkan partisipasi masyarakat. Sekarang kita bangkit dan menumbuhkan UMKM," katanya.
Tatu bilang bahwa wisata religi Tanara diproyeksikan menjadi wisata yang terintegrasi ke kawasan ziarah Banten Lama di Kota Serang. Menurutnya, kawasan Kabupaten Serang bagian utara, yaitu Kecamatan Tanara, Pontang, dan Tirtayasa didorong untuk menjadi wisata kebudayaan Islam, keilmuan melalui kajian kitab kuning, dan kuliner.