REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski pemilihan umum masih setahun lagi, dinamika politik di Tanah Air sudah semakin hangat. Belum lama ini, Presiden Joko Widodo yang menghadiri hari lahir PPP ke-50 menyebut nama Erick Thohir sebagai calon kuat wakil presiden pada 2024 nanti.
“PPP ini calonnya siapa sih? Karena di sini hadir semua loh, hadir semua di sini calon-calon presiden dan wakil presiden. Yang saya tahu juga ada Pak Erick Thohir,” terang Presiden Jokowi dalam momentum tersebut.
Perlu diketahui, Erick Thohir merupakan kandidat cawapres potensial di pilpres 2024 mendatang. Eks Presiden Inter Milan ini dinilai para pengamat politik banyak memiliki bekal untuk mengarungi kontestasi demokrasi mendatang.
Seperti diungkapkan oleh Pengamat Politik dari Perfekto Indonesia, Amir Faisal hubungan dekat Erick Thohir dengan Presiden Jokowi hingga menjadi menteri andalan di pemerintahan menjadi faktor penunjang dan daya tarik di Pilpres 2024. Amir mengatakan sebagai menteri andalan Presiden Jokowi, Erick Thohir mampu meneruskan program kerja Indonesia Maju jika diberikan amanah sebagai pemimpin Indonesia selanjutnya.
“Erick Thohir merupakan eksekutor lanjutan dari program-program Presiden Jokowi di pemerintahan,” ujar Amir.
Di samping itu, Erick Thohir disebut sebagai representasi pemimpin dari agama Islam. Di mana Erick Thohir masuk ke dalam daftar 500 tokoh muslim berpengaruh dunia yang dihimpun oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre.
“Hal itu menunjukkan posisi ketokohannya yang cukup kuat dalam dunia Islam. Ditambah dengan peran Erick Thohir dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Internasional Para Pemimpin Agama atau R20 Indonesia, sehingga wajar bila Erick akhirnya bisa menjadi representasi pemilih muslim,” kata Amir.
“Peluang Erick Thohir dalam bursa cawapres saat ini memang sangat lah besar, ia menjadi sosok yang sangat ideal dan potensial. Sebagai wajah baru dalam perpolitikan Indonesia,” tandasnya.