Senin 13 Mar 2023 15:39 WIB

Jelang Pemilu 2024, Wapres Wanti-Wanti Gerakan Kampanye Negatif di Media Sosial

Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini mengajak belajar dari pengalaman Pemilu 2019 lalu.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Fernan Rahadi
Wakil Presiden Maruf Amin didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala BNPT dalam konferensi persnya di The St Regis Jakarta,  Senin (13/3/2023).
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Wakil Presiden Maruf Amin didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala BNPT dalam konferensi persnya di The St Regis Jakarta, Senin (13/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta seluruh pihak mewaspadai gerakan kampanye negatif di media sosial jelang Pemilu 2024. Ma'ruf pun meminta kepada seluruh pihak, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Badan Intelijen Negara (BIN), Kepolisian, serta lembaga terkait lainnya memperkuat sinergi dalam mengawal Pemilu 2024 sehingga terselenggara secara aman, tertib, dan terhindar dari praktik-praktik kecurangan.

"Waspadai gerakan kampanye negatif di media sosial, karena perang politik di media sosial pasti akan terjadi selama Pemilu," ujar Ma'ruf dalam sambutannya pada Dialog Kebangsaan Bersama Partai Politik Dalam Rangka Persiapan Pemilu Tahun 2024 di The St Regis Jakarta, Senin (13/3/2023).

Ma'ruf mengajak untuk menjaga Pemilu 2024 agar berjalan kondusif, sehingga kontestasi politik lima tahunan ini melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang terbaik.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengajak belajar dari pengalaman Pemilu 2019 lalu, yakni tidak menggunakan cara-cara yang dapat memecah belah masyarakat seperti kampanye negatif maupun strategi polarisasi.