REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY -- Departemen Pertahanan Meksiko pada Selasa (14/3/2023) mengatakan, tentara menemukan lebih dari 1,83 juta pil fentanil di sebuah rumah simpanan di Kota Tijuana. Departemen tersebut mengatakan, tentara mengintai rumah itu pada Ahad (12/3/2023) setelah pihak berwenang menerima petunjuk bahwa tempat itu digunakan untuk perdagangan narkoba.
Setelah mendapatkan surat perintah penggeledahan, tentara menemukan hampir 2 juta pil opioid sintetis dan 880 pon (400 kilogram) sabu di rumah tersebut. Namun tidak ada penangkapan yang dilakukan.
Kartel Meksiko telah menggunakan kota perbatasan untuk menekan fentanil menjadi pil palsu. Mereka kemudian menyelundupkan pil tersebut ke Amerika Serikat.
Penggerebekan itu menghasilkan salah satu penyitaan fentanil terbesar di Meksiko dalam beberapa bulan terakhir. Penggerebekan ini terjadi sehari sebelum Presiden Andrés Manuel López Obrador mengklaim bahwa fentanil tidak dibuat di Meksiko. Dia mengatakan, fentanyl adalah masalah Amerika Serikat, bukan Meksiko.