Jumat 21 Apr 2023 05:49 WIB

Warganet Semarang Kaget Kritik Ganjar, Malah Diperingatkan Akun Polrestabes Semarang

Gea kritik kinerja Ganjar dan diperingatkan untuk sopan oleh akun @ReskrimTabesSmg

Red: Erik Purnama Putra
Seorang warganet asal Semarang, @cornelgea mengkritik Gubernur Ganjar Pranowo, tapi malah diperingatkan akun Satreskrim Polrestabes Semarang.
Foto: Tangkapan layar
Seorang warganet asal Semarang, @cornelgea mengkritik Gubernur Ganjar Pranowo, tapi malah diperingatkan akun Satreskrim Polrestabes Semarang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang warga Semarang, Jawa Tengah (Jateng) Cornel Gea mengkritik akun Twitter Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Melalui akun @cornelgea, ia mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dalam menangani kasus kekerasan atau pelecehan seksual.

Cornel me-mention akun @ganjarpranowo yang mengunggah video pernyataan Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi terkait jajarannya yang berhasil menangkap pelaku pencabulan anak di bawah umur dengan korban mencapai 17 orang di Kabupaten Kendal. Di video tersebut, Ganjar juga turut berbicara tentang langkah perlindungan kepada anak-anak.

"Astagfirullahal 'adzim. Bener-bener bikin kita semua ngelus dada. Sudah cukup bagi kita kejadian-kejadian seperti. Jangan sampai anak-anak yang ingin mencari ilmu jadi korban. Mari kita sama-sama menjaga," ucap Ganjar melalui akun Twitter-nya sebagaimana Republika.co.id sudah meminta izin mengutip di Jakarta, Jumat (21/4/2023).

Sebagai salah satu pengikut Ganjar, ia pun mengkritik orang nomor satu di Provinsi Jateng tersebut. Dia mempertanyakan bentuk keseriusan Pemprov Jateng dalam perlindungan anak-anak.

"Bacotttt doang. Mana anggaran dan kebijakan perlindungan anak dari korban kekerasan seksual di Jateng? Jateng ini termasuk daerah yang kasus pemerkosaan kepada anak tinggi. Liat berita cetak sama online isinya anak korban perkosaan di Jawa Tengah," kata Cornel.

Dia pun lagi-lagi mengkritik Ganjar. "Pemprov Jateng nya @ganjarpranowo ini daerah paling ga siap sama semua hal. Banjir, longsor, fasilitas publik kaya kesehatan/transportasi juga kekerasan seksual kepada anak. Sial amat emang punya gubernur yg kerjaan utama nya ngonten, gubernur cuma sampingan," ucap Cornel.

Tidak disangka, status keras yang dibuat Cornel mendapat tanggapan dari akun Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim Polrestabes Semarang. "Bebas dalam berpendapat jangan lupa sopan santun dalam bermedsos nggeh kumendan," kata akun Twitter @ReskrimTabesSmg yang juga di-follow eks Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi tersebut.

Status tersebut viral di lini masa. Kaget dengan jawaban dari instansi yang tidak terkait dengan Ganjar, Cornel pun mempertanyakan maksud kepolisian memperingatkannya.

"Ini beneran akun resmi @DivHumas_Polri @poldajateng kaya kurang kerjaan aja, ngurusin sopan santun orang. Yg ga sopan itu @ganjarpranowo karena ngobral izin tambang buat hidup warga Jateng makin melarat," ucapnya.

Hingga kini, Republika.co.id masih mencoba meminta konformasi kepada Polrestabes Semarang terkait masalah itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement