REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Restoran roti isi asal Amerika Serikat, Subway, merilis hasil penjualan kuartalannya pada Senin (24/4/2023).
Perusahaan, yang didirikan oleh mendiang Fred DeLuca dan Dr. Peter Buck pada tahun 60-an, mengatakan, penjualan di toko pada kuartal pertama tahun ini secara global mengalami peningkatan 12,1 persen year on year (yoy). Tingkat pertumbuhan hanya sedikit lebih kecil di Amerika Utara, sebesar 11,7 persen, menurut siaran pers Subway seperti dilansir Foxbusiness, Senin (24/4/2023).
Subway menunjuk pada fokus berkelanjutan pada inovasi menu, modernisasi restoran, dan peningkatan pengalaman tamu secara keseluruhan untuk meningkatkan penjualan di seluruh dunia.
Untuk penjualan digital, Subway juga melaporkan lonjakan dari tahun ke tahun baik secara global maupun di Amerika Utara. Di level global naik 11,4 persen, sedangkan di Amerika Utara naik 21,2 persen.
The Wall Street Journal melaporkan pada pertengahan April bahwa metrik kinerja keuangan yang akan datang oleh perusahaan franchise sandwich ini diperkirakan akan kuat. Ini mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.
Putaran kedua penawaran untuk Subway dari ekuitas swasta dan entitas lain dapat berlangsung menjelang akhir April, menurut laporan outlet saat itu. Nilai minimum yang ingin dicapai Subwayway adalah 10 miliar dolar AS.