Jumat 05 May 2023 18:10 WIB

PKS Minta Polisi Usut Aktor Intelektual Teror Jelang Pemilu

PKS meminta polisi mengusut aktor intelektual teror terhadap Islam menjelang Pemilu.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Bilal Ramadhan
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA. PKS meminta polisi mengusut aktor intelektual teror terhadap Islam menjelang Pemilu.
Foto: MPR
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA. PKS meminta polisi mengusut aktor intelektual teror terhadap Islam menjelang Pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid menilai, teror-teror kepada umat Islam jelang Pemilu 2024 semakin marak terjadi. Karenanya, ia meminta kepolisian mengusut tuntas kasus-kasus tersebut.

Ia menekankan, penting bagi Polisi tidak cuma menangkap pelaku, tapi menjatuhkan sanksi keras kepada pelaku dan aktor intelektual. Apalagi, tindakan teror dan kriminal terhadap tokoh dan simbol agama berulang.

Baca Juga

HNW merasa, itu membuktikan semakin pentingnya RUU Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama untuk segera dibahas dan diundangkan. Sebab, tindakan teror-teror itu terjadi secara beruntun dan telah meresahkan masyarakat.

Mulai dari ancaman pembunuhan terhadap warga Muhammadiyah sampai aksi warga Australia yang meneror dan meludahi penjaga masjid. Terakhir, penembakan yang terjadi di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI).