Kamis 22 Jun 2023 13:13 WIB

31 Orang Tewas Akibat Ledakan di Restoran Barbekyu Cina

Ledakan terjadi ketika orang-orang berkumpul untuk merayakan Festival Perahu Naga.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Sedikitnya 31 orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka setelah gas yang digunakan untuk memasak di sebuah restoran barbekyu di Cina meledak.
Foto: AP
Sedikitnya 31 orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka setelah gas yang digunakan untuk memasak di sebuah restoran barbekyu di Cina meledak.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Sedikitnya 31 orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka setelah gas yang digunakan untuk memasak di sebuah restoran barbekyu di Cina meledak. Ledakan itu menghancurkan restoran pada Rabu (21/6/2023) sekitar pukul 20.40 waktu setempat, di jalan yang sibuk di daerah perumahan Yinchuan, Ibu Kota Daerah Otonomi Ningxia Hui.

Ledakan terjadi ketika orang-orang berkumpul untuk merayakan Festival Perahu Naga. “Kebocoran bahan bakar gas cair menyebabkan ledakan di restoran barbekyu yang sedang beroperasi,” ujar laporan kantor berita Xinhua yang mengutip komite Partai Komunis regional.

Baca Juga

Tujuh orang lagi menerima perawatan medis dan salah satu dari mereka dalam kondisi kritis. Sementara lainnya menderita luka bakar parah, dua luka ringan, dan dua luka gores yang disebabkan oleh pecahan kaca.

Rekaman CCTV menunjukkan puluhan petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api. Pecahan kaca dan puing-puing lainnya berserakan di jalanan.

Seorang wanita mengatakan, dia berada sekitar 50 meter dari restoran ketika dia mendengar ledakan itu. Wanita itu mengatakan, dia melihat dua pelayan keluar dari restoran setelah ledakan dan salah satunya langsung pingsan.

"Ada bau gas yang kuat," ujar wanita itu, dilaporkan Aljazirah, Kamis (22/6/2023).

Sembilan orang termasuk pemilik, pemegang saham, dan staf restoran ditahan oleh polisi setelah ledakan. Selain itu, aset mereka telah dibekukan. Upaya penyelamatan telah selesai pada Kamis sekitar pukul 4 pagi. Kecelakaan akibat ledakan gas dan bahan kimia tidak jarang terjadi di Cina, kendati telah ada upaya untuk meningkatkan keselamatan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
سَيَقُوْلُ الْمُخَلَّفُوْنَ اِذَا انْطَلَقْتُمْ اِلٰى مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوْهَا ذَرُوْنَا نَتَّبِعْكُمْ ۚ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّبَدِّلُوْا كَلٰمَ اللّٰهِ ۗ قُلْ لَّنْ تَتَّبِعُوْنَا كَذٰلِكُمْ قَالَ اللّٰهُ مِنْ قَبْلُ ۖفَسَيَقُوْلُوْنَ بَلْ تَحْسُدُوْنَنَا ۗ بَلْ كَانُوْا لَا يَفْقَهُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا
Apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan, orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata, “Biarkanlah kami mengikuti kamu.” Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami. Demikianlah yang telah ditetapkan Allah sejak semula.” Maka mereka akan berkata, “Sebenarnya kamu dengki kepada kami.” Padahal mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

(QS. Al-Fath ayat 15)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement