Jumat 14 Jul 2023 15:33 WIB

Pakar Media Ulas Potensi Industri Media Sosial Threads

Persaingan merupakan hal yang wajar dalam industri media, termasuk media sosial.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Pengguna mengakses halaman login aplikasi media sosial Threads (ilustrasi)
Foto: EPA-EFE/ETIENNE LAURENT
Pengguna mengakses halaman login aplikasi media sosial Threads (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kehadiran media sosial baru rilisan Meta, yaitu Threads, disambut cukup antusias oleh masyarakat. Di mana media sosial tersebut mampu meraih lebih dari 100 juta pengguna hanya dalam lima hari.

Threads bahkan digadang-gadang bakal mampu menyaingi media sosial berbasis teks pendahulunya, yakni Twitter. Guru Besar Studi Media Universitas Airlangga (Unair), Prof Rachmah Ida menyebutkan, persaingan merupakan hal yang wajar dalam industri media, tidak terkecuali media sosial.

Selain itu, lanjut Ida, Threads sebenarnya tidak hanya bersaing dengan Twitter saja, namun juga media sosial yang lain. "Dalam lingkup ekonomi digital, sebenarnya semua media sosial dibuat bersaing untuk mendapatkan pengguna sebanyak-banyaknya. Hal ini disebabkan karena industri digital media sama halnya dengan industri media massa mainstream, di mana sumber pendapatannya berasal dari pelanggan, serta iklan," kata Ida, Jumat (14/7/2023).

Meski banyak masyarakat yang hanya ikut-ikutan mendaftar karena sekadar penasaran, menurutnya Threads masih memiliki potensi untuk tetap bertahan dalam industri media. Menurut Ida, fakta bahwa Threads merupakan buatan dari salah satu Tech Giant, busa semakin memuluskan jalannya untuk dapat bersaing dengan media sosial lain.