Selasa 15 Aug 2023 12:26 WIB

Presiden Korsel: Pertemuan Trilateral Tonggak Baru Bersama AS-Jepang

Ketiga negara berupaya menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korut yang berkembang

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
 Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengatakan pertemuan puncak dengan AS dan Jepang akan menetapkan tonggak baru dalam kerja sama trilateral.
Foto: EPA-EFE/YONHAP
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengatakan pertemuan puncak dengan AS dan Jepang akan menetapkan tonggak baru dalam kerja sama trilateral.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol mengatakan pada Selasa (15/8/2023) bahwa pertemuan puncak yang akan datang dengan para pemimpin Amerika Serikat (AS) dan Jepang akan menetapkan tonggak baru dalam kerja sama trilateral. Ketiga negara berupaya menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara (Korut) yang berkembang.

"Akan menjadi tonggak sejarah baru dalam kerja sama trilateral yang berkontribusi pada perdamaian dan kemakmuran di Semenanjung Korea dan di kawasan Indo-Pasifik," kata Yoon dalam pidato yang menandai peringatan pembebasan negaranya dari penjajahan Jepang 1910-1945.

Menurut Yoon, perlunya meningkatkan kerja sama keamanan dengan AS dan Jepang. Mereka dapat melakukannya melalui aset pengintaian dan berbagi data secara real-time tentang senjata nuklir dan misil Pyongyang.

Yoon akan bergabung dengan Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di retret kepresidenan Camp David di Maryland pada Jumat (18/8/2023). Mereka akan meluncurkan serangkaian inisiatif bersama di bidang teknologi, pendidikan, dan pertahanan.