Selasa 19 Sep 2023 15:12 WIB

Truk Kontainer Terguling di Jalur Pantura Cirebon, Lalu Lintas Tersendat

Polisi sempat memberlakukan contraflow untuk melancarkan arus lalu lintas.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Irfan Fitrat
Truk trailer kontainer mengalami kecelakaan tunggal di jalur pantura wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (19/9/2023).
Foto: Dok Republika
Truk trailer kontainer mengalami kecelakaan tunggal di jalur pantura wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (19/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Sebuah truk trailer kontainer terguling di jalur pantai utara (pantura) wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (19/9/2023). Kecelakaan tunggal yang dialami truk bermuatan onderdil elektronik itu sempat membuat arus lalu lintas tersendat.

Kecelakaan lalu lintas itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.20 WIB. Menurut Kepala Subunit 1 Penegakan Hukum (Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Cirebon Iptu Mei Hadi, awalnya truk tersebut melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. 

Baca Juga

Sampai di lokasi kejadian, truk oleng ke sebelah kiri, ke arah bahu jalan. “Saat sopir akan mengembalikan ke sisi kanan, trailer itu terguling dan melintang menutupi jalur,” kata Mei.

Mei mengatakan, tidak ada korban luka ataupun jiwa akibat kecelakaan tunggal itu. Namun, truk mengalami kerusakan.

Posisi truk yang terguling menutupi badan jalan itu menghambat arus lalu lintas kendaraan di jalur pantura. “Karena itu kita gunakan sistem contraflow. Jadi, jalur dari Jakarta menuju Cirebon kita bagi dua jalur,” kata Mei.

Petugas berupaya mengevakuasi truk agar arus lalu lintas kembali normal. Seiring dengan itu dilakukan pengaturan laju kendaraan yang terjadi kepadatan agar dapat mengalir. “Kepadatan (kendaraan) kurang lebih satu kilometer karena jalurnya kita gunakan contraflow,” kata Mei.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
قَالَ يٰقَوْمِ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كُنْتُ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّيْ وَرَزَقَنِيْ مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا وَّمَآ اُرِيْدُ اَنْ اُخَالِفَكُمْ اِلٰى مَآ اَنْهٰىكُمْ عَنْهُ ۗاِنْ اُرِيْدُ اِلَّا الْاِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُۗ وَمَا تَوْفِيْقِيْٓ اِلَّا بِاللّٰهِ ۗعَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْهِ اُنِيْبُ
Dia (Syuaib) berkata, “Wahai kaumku! Terangkan padaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi-Nya rezeki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya)? Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya. Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali.

(QS. Hud ayat 88)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement