Kamis 07 Dec 2023 19:59 WIB

Timnas AMIN: Debat Capres-Cawapres Harus Gunakan Bahasa Indonesia

Debat capres-cawapres dengan Bahasa Indonesia sesuai dengan peraturan perundangan.

Red: Andri Saubani
Pasangan capres dan cawapres, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Foto: Antara
Pasangan capres dan cawapres, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pakar Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN), Hamdan Zoelva, mengatakan debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Pemilu 2024 harus menggunakan Bahasa Indonesia. Sehingga, pelaksanaan debat sesuai ketentuan perundang-undangan.

"Dari kami (debat capres-cawapres) harus tetap menggunakan Bahasa Indonesia," kata Zoelva ketika disinggung terkait tantangan debat capres-cawapres menggunakan Bahasa Inggris di Jakarta, Kamis (7/12/2024).

Baca Juga

Zoelva mengatakan, bahwa penggunaan bahasa asing untuk debat capres-cawapres tidak penting. Karena itu, Bahasa Indonesia harus tetap digunakan dalam debat capres-cawapres sebagaimana juga mengikuti amanat undang-undang.

"Jadi dalam undang-undang bahasa (Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan), presiden pidato keluar negeri pun harus menggunakan bahasa Indonesia, seminar yang diselenggarakan di Indonesia, perjanjian bisnis juga harus menggunakan Bahasa Indonesia," katanya.