Senin 25 Dec 2023 17:42 WIB

UNM Sukses Gelar Seminar Business Outlook 2024

UNM memaparkan manfaar investasi Pasar Modal dalam seminar Business Outlook 2024.

Kampus Digital Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Business Outlook.
Foto: Dok. UNM
Kampus Digital Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Business Outlook.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Kampus Digital Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Business Outlook dengan tujuan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa dan dosen akan pentingnya investasi, berlokasi di Aula Universitas Nusa Mandiri (UNM) kampus Margonda, Depok, Jawa Barat. Kegiatan tersebut mengundang dua narasumber sebagai pembicara yakni  Teja Amanda Putra selaku Market Development Analyst Bursa Efek Indonesia dan Alibasyarah Putra Bhayangkara selaku Head of Branch Jakarta 2 PT Mandiri sekuritas. 

Teja Amanda Putra dalam penyampaian materinya harus melakukan perencanaan keuangan sejak dini dengan mengatakan bahwa Jika Anda tidak tahu Jika Anda tidak tahu cara merawat uang. Uang akan menjauh dari Anda.

Baca Juga

"Untuk mengalokasikan pemasukan bulanan dapat dibagi menjadi beberapa diantaranya kebutuhan sebesar 50 persen, tabungan dan invesitasi sebesar 20 persen, sosial sebesar 10 persen, dan 20 persen untuk keinginan," ujar Teja dalam materinya, dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (25/12/2023).

Ia juga menyampaikan perbedaan dari nabung dan investasi dalam materinya bahwa menabung merupakan menyimpan uang untuk kebutuhan yang kapan saja bisa diambil sedangkan investasi merupakan proses mengembangkan uang dengan tujuan jangka panjang. 

"Saya berharap dengan adanya kegiatan ini mahasiswa dan dosen yang mengikuti seminar ini dapat mengatur keuangan mereka dengan baik, baik untuk jangka pendek maupun panjang," kata Teja.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement