Jumat 12 Jan 2024 19:33 WIB

Tak Ciut, Houthi Ancam Balas Serangan AS dan Inggris ke Yaman

AS meluncurkan 73 serangan ke wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Tentara Houthi.
Foto: EPA-EFE/OSAMAH YAHYA
Tentara Houthi.

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA – Kelompok Houthi mengatakan, serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Inggris ke Yaman membunuh sedikitnya lima orang dan melukai enam lainnya. Houthi menegaskan, mereka akan membalas serangan tersebut.

“Musuh Amerika dan Inggris memikul tanggung jawab penuh atas agresi kriminalnya terhadap rakyat Yaman, dan hal ini tidak akan dibiarkan begitu saja dan tidak dihukum,” kata juru bicara militer Houthi Brigadir Jenderal Yahya Saree dalam sebuah pernyataan video, Jumat (12/1/2024), dikutip laman Al Arabiya.

Baca Juga

Dia mengungkapkan, AS dan Inggris meluncurkan 73 serangan ke lima wilayah yang dikendalikan Houthi, termasuk ibu kota Sanaa. Namun Saree tidak menjelaskan situs atau fasilitas milik Houthi apa saja yang terdampak serangan AS dan Inggris.

Sementara itu juru bicara Houthi, Mohammed Abdulsalam, mengatakan, tidak ada pembenaran atas serangan AS dan Inggris ke negaranya. Dia menegaskan bahwa kejadian itu tidak akan menghentikan Houthi menyerang kapal-kapal dagang milik atau menuju pelabuhan Israel yang melintasi Laut Merah.