Selasa 23 Jan 2024 06:03 WIB

Universitas Nurul Jadid Paiton Peroleh Penghargaan MBKM Santri

Universitas Nurul Jadid Paiton akan terus mengembangkan diri.

Rektor Universitas Nurul Jadid Paiton KH Abdul Hamid Wahid saat menerima penghargaan sebagai Rektor Inspiratif Inisiator Pelaksana MBKM Mandiri dari Perma Pendis di Aula Ponpes Nurul Jadid Paiton, Jatim. Senin (22/1/2024)
Foto: unuja
Rektor Universitas Nurul Jadid Paiton KH Abdul Hamid Wahid saat menerima penghargaan sebagai Rektor Inspiratif Inisiator Pelaksana MBKM Mandiri dari Perma Pendis di Aula Ponpes Nurul Jadid Paiton, Jatim. Senin (22/1/2024)

REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO -- Universitas Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mendapatkan penghargaan sebagai PTS Inisiator Pelaksana MBKM Mandiri (MBKM Santri) dari Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam (Perma Pendis) Indonesia, Senin (22/1/2024).

Selain itu, Rektor Universitas Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid juga dianugerahi sebagai Rektor Inspiratif Inisiator Pelaksana MBKM Mandiri (MBKM Santri).

Baca Juga

"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi luar biasa Universitas Nurul Jadid dalam mendukung pendidikan yang mandiri dan berkelanjutan," kata Humas Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Desy Bariyyatul Qibtiyah dalam keterangannya.

Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam (Perma Pendis) Indonesia juga memberikan penghargaan kategori lain kepada insan Universitas Nurul Jadid yang diumumkan dalam acara pemberian Award di Aula Ponpes Nurul Jadid.

Penghargaan itu diberikan kepada Dr Ahmad Fawaid sebagai dekan inspiratif, Dr H Hefniy sebagai dai milenial produktif, Dr Abu Hasan Agus R sebagai penulis buku produktif, Dr H Hasan Baharun sebagai penulis artikel produktif, dan Dr H Akmal Mundiri sebagai penulis artikel produktif.

Sementara itu, Rektor Universitas Nurul Jadid Paiton KH Abdul Hamid Wahid mengatakan penghargaan dari Perma Pendis menjadi ruang dan kesempatan bagi Unuja untuk terus meningkatkan diri dan bakti kepada masyarakat, bangsa, negara, dan agama sebagai bentuk pengabdian.

"Sekaligus turut serta kita di dalam pengembangan keilmuan," kata Kiai Hamid dalam sambutannya usai menerima penghargaan di Aula Ponpes Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement