Rabu 31 Jan 2024 19:20 WIB

Harga TBS Sawit Kaltim Terus Naik dalam Tiga Periode

Periode akhir Januari, harga TBS umur 10 tahun ke atas naik jadi Rp 2.300an per kg.

Red: Fuji Pratiwi
Tampilan dekat buah sawit.
Foto: EPA-EFE/DEDI SINUHAJI
Tampilan dekat buah sawit.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dipanen dari pohon umur 10 tahun ke atas di Provinsi Kaltim mengalami kenaikan dalam tiga periode berturut-turut, sehingga periode 16-31 Januari ini naik menjadi Rp 2.339,78 per kg.

"Periode 16-31 Desember 2023 harga TBS dari pohon sawit umur 10 tahun ke atas Rp 2.292,70 per kg, 1-15 Januari naik menjadi Rp 2.304,41, dan periode 16-31 Januari ini kembali naik menjadi Rp 2.339,78 per kg," ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim Ahmad Muzakkir di Samarinda, Rabu (31/1/2024).

Baca Juga

Muzakkir yang juga Ketua Tim Penetapan Harga TBS Kaltim ini melanjutkan, penetapan harga TBS yang dilakukan per dua pekan tersebut bertujuan untuk mengayomi pekebun sawit.

Pengayoman kepada pekebun dilakukan agar harga TBS tidak terlalu rendah. Sedangkan bagi perusahaan agar harga tidak terlalu tinggi, sehingga terjadi keseimbangan antara petani dan pembeli.

Harga sebesar Rp 2.339,78 per kg ini hanya berlaku bagi kebun plasma atau kebun kemitraan, termasuk kebun swadaya masyarakat yang telah bermitra dengan pabrik. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01/Permentan.120/1/2018.

Sedangkan harga bagi pekebun yang belum bermitra, bisa saja lebih rendah, sehingga ia mengajak pekebun sawit rakyat untuk bermitra, agar bisa memperkuat kelembagaan sekaligus harga TBS tidak dipermainkan oleh tengkulak di periode mendatang.

Ia juga mengatakan bahwa penetapan harga TBS dilakukan oleh tim dari lintas sektor, karena untuk memberikan perlindungan bagi pekebun dalam memperoleh harga yang wajar, sekaligus untuk menghindari persaingan tidak sehat di antara perusahaan perkebunan.

Sedangkan rincian harga TBS yang dipanen dari pohon umur di bawah 10 tahun, yakni dari pohon umur tanam 3 tahun seharga Rp 2.063,47 per kg, naik ketimbang periode sebelumnya yang seharga Rp 2.032,37 per kg.

Dari dari pohon umur 4 tahun juga naik menjadi Rp 2.204,75, umur 5 tahun menjadi Rp 2.214,39, dari pohon umur 6 tahun menjadi Rp 2.237,34 per kg, dari pohon umur 7 tahun naik menjadi Rp 2.250,23 per kg.

Kemudian TBS yang dipanen dari pohon kelapa sawit umur 8 tahun naik menjadi Rp 2.267,58 per kg, dan TBS dari pohon umur 9 tahun naik menjadi seharga Rp 2.312,37 per kg.

"Sedangkan harga crude palm oil atau minyak nabati ditetapkan seharga Rp 11.050,83 per kg, naik ketimbang sebelumnya yang seharga Rp 10.906,48 per kg, kemudian harga kernel atau biji sawit Rp 5.120,61 perkg, naik ketimbang periode sebelumnya yang seharga Rp 4.944,97 per kg," kata Muzakkir.

 

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَلَمَّا رَجَعَ مُوْسٰٓى اِلٰى قَوْمِهٖ غَضْبَانَ اَسِفًاۙ قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُوْنِيْ مِنْۢ بَعْدِيْۚ اَعَجِلْتُمْ اَمْرَ رَبِّكُمْۚ وَاَلْقَى الْاَلْوَاحَ وَاَخَذَ بِرَأْسِ اَخِيْهِ يَجُرُّهٗٓ اِلَيْهِ ۗقَالَ ابْنَ اُمَّ اِنَّ الْقَوْمَ اسْتَضْعَفُوْنِيْ وَكَادُوْا يَقْتُلُوْنَنِيْۖ فَلَا تُشْمِتْ بِيَ الْاَعْدَاۤءَ وَلَا تَجْعَلْنِيْ مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Dan ketika Musa telah kembali kepada kaumnya, dengan marah dan sedih hati dia berkata, “Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan selama kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu?” Musa pun melemparkan lauh-lauh (Taurat) itu dan memegang kepala saudaranya (Harun) sambil menarik ke arahnya. (Harun) berkata, “Wahai anak ibuku! Kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku, sebab itu janganlah engkau menjadikan musuh-musuh menyoraki melihat kemalanganku, dan janganlah engkau jadikan aku sebagai orang-orang yang zalim.”

(QS. Al-A'raf ayat 150)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement