Rabu 31 Jan 2024 20:42 WIB

PayPal akan Berhentikan 2.500 Tenaga Kerja Globalnya

PayPal akan terus berinvestasi di bidang bisnis yang diyakini akan mampu bertahan.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Friska Yolandha
Paypal. PayPal akan memangkas sembilan persen tenaga kerja globalnya atau sekitar 2,500 pekerjaan.
Foto: EPA
Paypal. PayPal akan memangkas sembilan persen tenaga kerja globalnya atau sekitar 2,500 pekerjaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PayPal akan memangkas sembilan persen tenaga kerja globalnya atau sekitar 2,500 pekerjaan. Hal ini disampaikan secara tertulis oleh CEO PayPal, Alex Chriss, pada Selasa (30/1/2024) dalam surat internal kepada karyawan, yang didapat oleh CNBC.

Pemberhentian ini akan mempengaruhi peran yang ada dan daftar pekerjaan yang direncanakan PayPal untuk dipekerjakan, dan akan berlangsung sepanjang tahun ini. Karyawan yang terkena dampak akan diberitahu pada akhir pekan.

Baca Juga

“Di seluruh organisasi kami, kami perlu mendorong lebih banyak fokus dan efisiensi, menerapkan otomatisasi, dan mengkonsolidasikan teknologi kami untuk mengurangi kompleksitas dan duplikasi. PayPal akan terus berinvestasi di bidang bisnis yang kami yakini akan mampu bertahan menciptakan dan mempercepat pertumbuhan,” tulis Chriss dalam memo tersebut.

Pekan lalu, PayPal mengumumkan pengembangan fitur kecerdasan buatan. Ini menandai pengumuman besar pertama di bawah Chriss yang bergabung sebagai CEO sejak September dari Intuit, perusahaan teknologi keuangan di balik TurboTax.