Sabtu 24 Feb 2024 00:02 WIB

BMKG Balikpapan Imbau Warga Pesisir Waspadai Pasang Laut

Prakiraan pasang surut perairan Balikpapan periode 21-29 Februari 2024.

Red: Qommarria Rostanti
Pasang laut (ilustrasi). BMKG Stasiun Balikpapan mengimbau warga pesisir di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mewaspadai dampak pasang laut setinggi 2,7 meter.
Foto: Antara/Adwit B Pramono
Pasang laut (ilustrasi). BMKG Stasiun Balikpapan mengimbau warga pesisir di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mewaspadai dampak pasang laut setinggi 2,7 meter.

 

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengimbau warga pesisir di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mewaspadai dampak pasang laut setinggi 2,7 meter. Pasalnya fenomena itu dapat mengganggu petambak dan aktivitas lain.

Baca Juga

"Berdasarkan prakiraan pasang surut perairan Balikpapan periode 21-29 Februari 2024, pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 24 dan 25 Februari dengan ketinggian 2,7 meter pada pukul 19.00 WITA," ujar Kepala BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan Kukuh Rubidiyanto di Balikpapan, Jumat (23/2/2024).

Sedangkan surut terendah diperkirakan setinggi 0,2 meter yang terjadi pada 29 Februari 2024 sekira pukul 02.00 waktu setempat. Kewaspadaan disampaikan karena di perairan Balikpapan dan sekitarnya, termasuk di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser, banyak warga yang memiliki tambak, baik untuk budi daya kepiting, udang, dan berbagai jenis perikanan laut.

Ketika terjadi pasang tinggi, maka dikhawatirkan air laut dapat meluap ke tambak warga sehingga dapat menghanyutkan piaraan mereka. Pasalnya bisa jadi ikan, udang, dan kepiting yang mereka pelihara terdampak arus pasang laut yang membuat rugi petambak sehingga adanya peringatan ini, maka petambak bisa melakukan antisipasi.

Selain itu, pasang laut juga bisa mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas warga yang tinggal di kawasan pesisir, bahkan bisa jadi air laut masuk ke pemukiman warga dekat pantai, sehingga ia mengingatkan semua untuk waspada. Melalui Koordinator Bidang Data dan Informasi Diyan Novrida, Kukuh melanjutkan bahwa kewaspadaan bukan hanya diingatkan untuk warga pesisir di Balikpapan dan sekitarnya, tapi juga sejumlah kawasan pesisir lain di Kalimantan Timur.

Seperti di perairan Muara Sungai Berau, Kabupaten Berau, yakni pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 28 dan 29 Februari 2024 dengan ketinggian 2,6 meter pada pukul 10.00 dan 11.00 WITA. Kemudian prakiraan surut terendah setinggi 0,3 meter pada 26 sampai dengan 28 Februari mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WITA. 

Di perairan Pulau Nubi, Muara Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara dan sekitarnya, pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 24 hingga 26 Februari dengan ketinggian 2,6 meter pada pukul 19.00 dan 20.00 WITA. Lantas surut terendah diperkirakan setinggi 0,4 meter pada 25 sampai dengan 29 Februari 2024 berkali-kali, yakni pukul 01.00, 02.00, 13.00, dan pukul 14.00 WITA.

Di Teluk Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 24 dan 25 Februari dengan ketinggian 2,4 meter pada pukul 18.00 dan 19.00 WITA. "Sedangkan prakiraan surut terendah setinggi 0,3 meter yang akan terjadi pada 26 dan 27 Februari 2024 sekira pukul 13.00 WITA," kata Diyan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement